Begini Cara Warga Terdampak Corona Bertahan Hidup, Jual Masakan secara Online hingga Cincin Kawin

0 Comments

Berikut cerita beberapa warga yang terdampak Corona dan berusaha mendapatkan uang dengan jualan masakan hingga relakan cincin kawin. Hal tersebut disampaikan dalam video yang diunggah di kanal YouTube Najwa Shihab, Rabu (29/4/2020). Banyak warga terdampak virus corona harus memutar otak untuk tetap bertahan hidup.

Pasalnya ada warga yang rela harus dirumahkan karena tempat bekerja mereka berhenti beroperasi. Pandemi Corona memang memberikan efek di sektor perekonomian tanah air dan juga dunia. Yulia Mukti Trisnaningsih merupakan satu di antara pekerja yang dirumahkan oleh pabrik tempat ia bekerja.

Untuk bertahan hidup, kini Yulia beralih dengan berjualan masakan secara daring atau online . Meski demikian, ia mengaku mendapatkan pemasukan yang tidak tentu. Terkadang ada beberapa pesanan yang masuk.

Namun juga ada hari di mana Yulia tidak mendapatkan pesanan sama sekali. "Jualan online , masakan gitu," terang Yulia. "Nggak tentu, kadang kadang dapat pesanan kadang nggak ada," tambahnya.

Yulia mengatakan, sampai saat ini ia tinggal di sebuah kost di daerah Sidoarjo, Jawa Timur. Untuk kost, Yulia mengaku masih memiliki uang untuk membayar. Namun ia merasa kesulitan untuk memenuhi kebutuhan lainnya.

"Untuk bayar kost ya masih sih," jelas Yulia. "Tapi untuk kebutuhan lainnya yang nggak ada," imbuhnya. Cerita warga lainnya yang terdampak Corona adalah Hafid Priawitantio, berlokasi di Kemayoran, Jakarta Pusat.

Hafid merupakan guru yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Untuk bertahan hidup, Hafid kini hanya mengandalkan uang tabungannya. Hafid mengaku, uang yang ada ditabungannya mungkin akan cukup untuk dua bulan ke depan.

"Masih ada tabungan sih, cukuplah untuk dua bulan," ungkap Hafid. Meski demikian, Hafid tak memiliki rencana untuk pulang kampung ke Semarang, Jawa Tengah. Hafid lebih memilih untuk tetap berada di Jakarta dan menaati peraturan pemerintah.

Karena ada pertimbangan soal pekerjaan maupun akses kembali ke ibu kota setelah pulang ke Semarang. Hisyam Masruri yang merupakan seorang pengemudi ojek online di Jakarta juga terdampak Corona. Selama pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diketahui ojek online dilarang mengangkut penumpang dan membuat pendapatan Hisyam menurun.

Hisyam kemudian tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan sehari hari seperti membeli makanan. Agar memiliki uang, Hisyam merelakan cincin kawinnya untuk dijual. Tak hanya itu, Hisyam juga sudah menjual televisi yang ia miliki.

Meski demikian, ponsel milik Hisyam belum akan dijual karena masih dibutuhkan untuk bekerja. "Sampai cincin kawin saya jual, TV saya jual," ungkap Hisyam. Handphone belum saya jual karena saya butuh buat ngojek," lanjutnya.

Hal tersebut membuat Hisyam bersikeras untuk pulang kampung. Karena Hisyam sudah tidak memiliki uang sama sekali. Meskipun ada sanksi yang menyebutkan para pemudik akan dikenakan denda maksimal Rp 100 juta.

Hisyam pun tak peduli dengan sanksi yang diberlakukan bagi para pelanggar. Karena uang sepeserpun sudah tak memiliki hingga bingung mencari makan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *