Blak-blakan, Amien Rais Sampaikan Wejangan soal Penegakan Hukum Era Jokowi: Tunggulah Kehancuran

0 Comments

Politikus senior Amien Rais secara terang terangan menyampaikan wejangan pada pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Terkait hal itu, ia lantas mengutip peryataan Rasulullah soal kehancuran yang bakal dialami suatu bangsa jika hukum tak ditegakkan secara adil. Pernyataan tersebut disampaikan Amien Rais melalui kanal YouTube Refly Harun , Kamis (21/5/2020).

Pada kesempatan itu, mulanya Amien Rais mengungkapkan kritikan yang kerap diterimanya. "Saya saja kadang kadang dikritik oleh teman teman 'Pak Amien jangan kebablasan dong, nanti Pak Amien kalau sukses ditepuktangani, kalau enggak sukses nanti gara gara terlalu berani, nekat dan lain lain'," ujar Amien. Karena itu, menurut dia hal yang perlu dilakukan di era sekarang yakni transformasi moral.

Amien Rais menyebut transformasi moral bahkan lebih penting ketimbang politik dan ekonomi. "Memang untuk melakukan transformasi sosial, politik, ekonomi, terlebih dulu transformasi moral," kata Amien Rais. "Jadi kalau kata nabi, nabi pulang dari Perang Uhud yang sangat berat, Beliau mengatakan 'Kita baru pulang dari perang yang kecil, bukan perang yang akbar'."

"Ditanyai sama Rasulullah, 'Apa jihad akbar itu? Jihad melawan hawa nafsu'," sambungnya. Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya mengendalikan hawa nafsu. Menurut dia, hawa nafsu menjadi hal yang bisa menghalangi kebaikan di masa depan.

"Dan ini benar, kalau hawa nafsu sudah kita taklukan, kita diajak bersedekah, diajak menolong orang kecil yang kelaparan, diajak menyambung nyawa mempertahankan kedaulatan, diajak untuk apapun menjadi enteng," jelas Amien Rais. "Tapi kalau hawa nafsu dipenuhi dengan keduniaan, ya kita masih belum melihat sinar di ujung terowongan." Melanjutkan penjelasannya, Amien Rais pun mengimbau seluruh masyarakat meneladani tokoh tokoh perjuangan.

Ia lantas menyinggung nama presiden pertama RI, Soekarno. "Makanya memang kita harus tahan uji, jadi kita kembalilah mempelajari kembali bagaimana ajaran Bung Karno, Bung Hatta, bagaimana ajaran KH Agus Salim," ungkapnya. "Mereka berani bertempur, mereka dengan anak panah dan senjata kecil kecilan menghadapi Belanda tapi akhirnya menang."

Di akhir pernyataannya, Amien Rais menyoroti soal ketidakadilan hukum yang kini terjadi. Jika ketidakadilan itu tak kunjung diselesaikan, Amien Rais menyebut kehancuran akan tiba. "Karena kalau hukum itu selalu tumpul ke atas dan tajam ke bawah, membela yang kuat dan yang kata."

"Itu kata nabi, tunggulah kehancuran," tandasnya. Di sisi lain, sebelumnya Amien Rais terang terangan mengungkapkan bahwa hanya ada dua sosok tokoh pemerintah yang saat ini paling bertanggung jawab. Amien Rais mulanya mengatakan bahwa pekerjaan pemerintahan saat ini sangat kacau.

Selain itu, menurut Amien Rais untuk perbaikannya pun dirasa sangat berat. Meski begitu, dirinya berharap Presiden Jokowi mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik tanpa meninggalkan beban berat untuk masa pemerintahan saat ini. Hal ini disampaikan Amien Rais dalam kanal Youtube Refly Harun , Rabu (13/5/2020).

"Kalau objektif memang sudah berat sekali, jadi sudahlah menurut saya sudah berat sekali," ujar Amien Rais. "Tetapi saya mendoakan jangan sampai Pak Jokowi nanti mengakhiri jabatan keadaan makin hancur, kasihan yang meneruskan," imbuhnya. "Jadi saya berharap Pak Jokowi terus bertahan," harapnya.

Amien Rais kemudian menilai pemerintahan dipegang oleh dua tokoh, yakni Jokowi dan Luhut. Mantan Ketua MPR itu mengibaratkan peran dari Jokowi dan Luhut seperti dua mata orang pada satu sisi. "Cuman saya kira di negara ini dipimpin oleh dua orang saja, Pak Jokowi dan Pak Luhut," kata Amien Rais.

"Saya bayangkan adasatu mata orang satu sisi," ungkapnya. Maka dari itu, Amien Rais menyebut mustahil Luhut akan dilepas darijabatannya di pemerintahan. Luhut dinilai sudah menjadi satu kesatuan dalam pemerintah Jokowi.

Dirinya kemudian secara terang terangan mengatakan dua tokoh itulah yang bisa dikatakan paling bertanggung jawab, khususnya dibandingkan dengan pejabat lainnya. "Saya mengatakan Pak Luhut akan diganti itu enggak mungkin." "Jadi sekarang ini memang manusia atau warga negara Indonesia yang paling bisa tanggung jawab itu tinggal dua, Pak Jokowi dan Pak Luhut," terang Amien Rais.

"Most be hadresponsible," jelasnya menutup.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *