Sayit witha Article

Blog Sayit witha

Pebulu tangkis asal Spanyol, Carolina Marin menargetkan meraih medali emas di ajang Olimpiade Tokyo 2020 yang akan datang. Marin yang juga berstatus sebagai juara bertahan, yakin bakal keluar sebagai juara pada Olimpiade Tokyo mendatang. Pemain tunggal putri ini telah melalui masa masa sulit dalam kariernya dan bertekad kembali menemukan performa terbaik.

Diketahui, Marin pernah mengalami cedera ligamen yang cukup parah. Cedera itu ia dapatkan tatkala bertanding di ajang Indonesia Masters 2019. Cedera tersebut memaksanya absen dari kompetisi badminton selama berbulan bulan.

"Saya sudah mengalami saat saat keraguan dan ketakutan dalam karier." "Cedera ligamen itu membuat saya bertanya pada diri sendiri saat itu." "Apakah saya bisa benar benar pulih dan bersaing lagi?"

"Dan juga untuk memenagkan pertandingan pertandingan," ujar Marin dikutip dari pada Senin (16/11/2020). "Saya harus berterima kasih kepada setiap anggota tim saya," lanjutnya. Marin mengaku semangat yang mendorongnya menjadi juara di ajang Olimpiade Rio 2016 masih ada dalam dirinya.

Ia pun tak akan main main menyongsong acara olahraga prestisius tersebut. Pebulu tangkis 27 tahun ini juga menargetkan dapat menggondol medali emas. Dan mempertahankan statusnya sebagai juara bertahan.

"Terlepas dari semua yang terjadi, saya ingin membalikkan keadaan." "Saya ingin menjadi Carolina si tangguh dan pantang menyerah." "Saya perlu itu untuk memenangkan medali emas di Tokyo," terang Marin masih dari sumber yang sama.

Ia bahkan tak mau membayangkan dirinya mendapatkan medali perak. Ia benar benar bertekad untuk mengulang suksesnya di ajang Olimpiade. "Saya tidak akan puas hanya dengan medali perak, dan saya sangat ngotot soal itu."

"Saya juga tak pernah membayangkan apa yang akan terjadi seandainya saya tidak memenangi medali emas pada 2016 lalu," ungkap Marin. Olimpiade Tokyo bakal dihelat pada bulan Juli 2021 mendatang, mundur setahun dari jadwal akibat pandemi Covid 19. Satu hal yang menjadi fokus Carolina Marin dan staf kepelatihannya saat ini adalah sisi penyerangan.

Sang pelatih kepala, Fernando Rivas memiliki strategi baru yang akan diterapkan untuk Marin. "Kami ingin meningkatkan strategi serangannya." "Tetapi itu tak akan jadi pekerjaan mudah."

"Terkadang, kami membuat strategi yang salah karena beberapa pola permainan kami sudah diketahui lawan," ujar Rivas. Carolina Marin sendiri menganggap penting perubahan strategi tersebut. Namun, ia juga yakin pada kondisi fisiknya pasca cedera.

"Saya sekarang merasa jauh lebih bahagia, fresh, dan siap untuk apa yang terjadi di masa depan," kata Marin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *