var id = "fed33c2a9876f8b1c59f2792927ebf55e352fa6b"; ?php body_class(); ?>>

Cek Fakta 3 Klaim Joe Biden dalam Final Debat Capres AS 2020

0 Comments

Kandidat Calon Presiden petahana Donald J Trump akan menghadapi rivalnya dari Partai Demokrat Joe Biden pada Pemilu AS 2020. Tinggal 12 hari lagi Amerika menentukan siapa yang akan menjabat sebagai orang nomor satu selama empat tahun. Sebelum hari penentuan, Trump Biden berhadapan langsung dalam debat final calon presiden AS yang digelar pada Kamis malam (22/10/2020) atau Jumat pagi (23/10/2020) WIB.

Dalam debat, Trump dan Biden menyampaikan pandangan yang kontras tajam tentang pandemi virus corona yang masih berkecamuk dan sejumlah isu strategis lainnya. Koresponden NBC News Kristen Welker menjadi moderator dalam debat kali ini. Mengutip ,berikut ini beberapa klaim salah Joe Biden selama mengikuti debat 90 menit di Nashville, AS:

Dalam argumen yang disampaikan mantan Wakil Presiden AS Joe Biden, dia menyebut "harapannya adalah, kita akan memiliki 200.000 orang Amerika yang meninggal antara sekarang dan akhir tahun". Fakta pertama, klaim Biden ini membutuhkan konteks. CNN menerangkan, satu studi yang diterbitkan Oktober lalu oleh jurnal medis JAMA menunjukkan, ada lebih dari 225.000 kematian dalam periode lima bulan di awal tahun, akibat pandemi Covid 19

Penelitian ini kemudian memperkirakan, jumlah total kematian kemungkinan besar akan lebih dari 400.000. Tetapi, menurut data Universitas Johns Hopkins, per Kamis malam (22/10/2020), lebih dari 223.000 orang Amerika telah kehilangan nyawa karena Covid 19. Lebih lanjut, Joe Biden mengklaim, kegagalan Trump membendung virus corona atau mencegah penurunan ekonomi, membuat jutaan orang kehilangan pekerjaan dan asuransi kesehatan.

"Faktanya adalah dia sudah merugikan rakyat Amerika karena penanganannya mengerikan terhadap virus Covid dan kerusakan ekonomi," klaim Biden. "Sepuluh juta orang telah kehilangan asuransi pribadinya," tambahnya. Fakta pertama, klaim Biden ini membutuhkan konteks.

Data statistik dari studi Urban Institue Juli, kata tim Biden, memperkirakan 10,1 juta orang akan kehilangan asuransi akibat kehilangan pekerjaan karena Covid 19, dalam kuartal ketiga 2020. Namun, Biden gagal menyebutkan bahwa sebagian besar akan mendapatkan kembali jaminan di tempat lain. Kemudian, Joe Biden mengulangi klaimnya bahwa Presiden Trump ingin mengakhiri pajak gaji yang mendanai Jaminan Sosial.

“Jika ternyata terus menahan rencananya untuk memotong pajak Jamsostek, Jamsostek akan bangkrut pada 2023. Tanpa ada cara untuk menebusnya,” kata Biden. Fakta pertama, klaim ini tidak sepenuhnya benar. Trump menandatanganikebijakan eksekutif pada Agustus 2020 kemarin untuk memberi pengusaha wewenang menangguhkan pajak gaji Jamsostek hingga akhir tahun.

Ketika menandatanganinya, Trump mengatakan, jika dia memenangkan pemilihan kembali, dia akan mendorong untuk menghentikan pungutan pada 2021. Departemen Keuangan mengatakan, tindakan eksekutif tidak akan merugikan dana perwalian Jamsostek karena penangguhan bersifat sementara dan dana tersebut harus dilunasi. Hanya Kongres yang memiliki kekuasaan untuk menghapus pajak gaji, baik sementara atau permanen.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *