Cerita Durian Berharga Selangit Asal Indonesia, Ada yang Beratnya 11 Kg, Ada yang Seharga Rp 50 Juta

0 Comments

Erita durian seberat 11 Kg (Kilogram) dari Desa Sempalai, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat cepat menyebar atau viral di jagat media sosial (Medsos). Tak hanya soal berat, banyak cerita viral durian yang dikenal raja buah dari penjuru tanah air dan dunia. Cerita viral durian itu mulai dari harganya yang 'selangit' hingga aksi karya 'nyeleneh' seniman hingga menjadikan durian dibanderol hingga miliaran rupiah.

Berikut cerita viral durian di tanah air dan dunia di kutip dari berbagai sumber: Foto viral durian seberat 11 Kg itu pertama kali menyebar saat dipegang seorang pemuda dan bapak berkopiah. Pemuda itu kemudian diketahui bernama Didip (pemuda Desa Sempalai) dan Bastian, Kepala Desa (Kades) Sempalai.

Diketahui, Sempalai memang menjadi satu di antara desa sentra durian yang ada di Kecamatan Tebas dan sekitarnya, di Kabupaten Sambas. "Di Desa Sempalai, baik Kecamatan Tebas maupun Sebawi Sempalai juga merupakan potensi perkebunan durian terbesar di Kabupaten Sambas," ungkapnya. Keunikan Durian Semapalai ternyata tak hanya pada beratnya. Didip mengungkapkan bahwa Durian Sempalai memang terkenal sejak dahulu dengan segala keunikannya.

"Di setiap musim, Durian Sempalai menjadi pujaan hati petani dengan nama nama durian yang unik dan menarik sejak dari dahulu," katanya. Buah Durian itu diketahui bernama J Queen yang dibanderol hingga harga Rp 14 juta per buahnya, yang pernah dijual di pusta perbelanjaan Plaza Asia, Tasikmalaya, (26/1/2019) lalu. Store Manager Plaza Asia Kota Tasikmalaya, Hinhin dilansir Kompas.com bercerita bahwa durian seharga Rp 14 juta memang merupakan varietas unggulan baru dari pemasaran durian unggulan terbesar di Priangan Timur.

Hinhin bercerita bahwa durian jenis J Queen ini sudah beberapa kali memenangkan kontes durian di Jawa Tengah. Durian J Queen ditanam di Kendal, Jawa Tengah, tapi penemu jenis durian ini adalah pria asli Tasikmalaya bernama Aka. Durian J Queen yang akan dijual di Plaza Asia hanya empat buah saja. Di hari pertama penjualan (26/1/2019), Plaza Asia menawarkan dua buah saja, dan kedua duanya telah terjual di hari yang sama.

Penemua jenis durian J Queen ini diketahui adalah seorang pria 32 tahun asal Kawalu, Kota Tasikmalaya bernama Aka. Dilansir oleh Kompas.com, Aka merupakan lulusan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Ia mengambil jurusan psikologi, namun menekuni dunia pertanian durian jenis unggul.

Aka pun berhasil menghasilkan durian varietas baru yang ia berinama J Queen. Aka menekuni pertanian durian karena durian merupakan buah unggulan ciri khas Indonesia. Ia ingin meningkatkan kesejahteraan petani durian dengan menghasilkan durian berkualitas dan bermutu tinggi.

Hinhin mengatakan bahwa bentuk durian J Queen ini berbeda dari durian pada umumnya. Durian J Queen memiliki bulatan yang terbilang sempurna. Setiap buah di dalamnya tidak ada yang lonjong, tapi berbentuk bulat dengan warna kuning emas.

Selain itu, durian jenis J Queen ini 95 persen tak ada bijinya, semua dagingnya tebal dengan rasa yang menggoda. Menurut keterangan Aka, duriannya memiliki perpaduan rasa kacang dan mentega, serta rasa pahit dan manis yang seimbang Aka mengungkapkan bahwa ia bisa saja menjual duriannya dengan harga Rp 100 juta, sebab hanya dirinya lah yang memiliki durian jenis J Queen ini.

Aka tidak menjual bibitnya kemanapun. Aka berucap bahwa durian J Queen bisa sangat mahal karena keistimewaannya. Durian J Queen seperti burung yang sering menang kontes sehingga harganya sangat mahal.

Durian J Queen rupanya sudah sering mengikuti kontes durian di dunia. Queen sudah beberapa kali memenangi kontes durian di Jawa Tengah. Durian ini juga pernah diekspor ke luar negeri seperti Malaysia dan Thaialnd.

"Kalau ke luar negeri, itu antara pertemanan sesama petani durian varietas unggul di luar negeri. Seperti Malaysia, Bangkok Thailand, yang penasaran dengan durian jenis J Queen di Indonesia. Kalau ingin lebih lanjut informasi durian J Queen bisa dilihat di Instagram saya @aka.durian," ujar Aka dilansir oleh Kompas.com. "J Queen sudah kalahkan Mussang King saat kontes durian di Penang, Malaysia. J Queen sesuai juri di sana, menang di rasa dengan kolaborasi peanuts butter. Kalau Mussang King hanya butter. Harumnya pun kalah Mussang King saat disandingkan dengan J Queen," jelas Sudarno (43), salah seorang ahli durian asal Banyumas, yang sengaja hadir di bazar durian Plaza Asia, Kota Tasikmalaya, Sabtu (26/1/2019). Sudarno (43) mengungkapkan bahwa sebenarnya ada jenis durian yang lebih mahal daripada J Queen.

Ada Durian Tai Babi asal Bangka Belitung yang harganya mencapai Rp 50 juta. "Kalau harga durian J Queen patok Rp 14 juta masih terhitung murah. Di Bangka Belitung ada durian khas di sana namanya Tai Babi bisa sampai Rp 50 juta. Bedanya, J Queen langsung dipasarkan di market saja, kalau durian Tai Babi oleh kalangan pecinta durian," ujarnya. Karya Durian Dilakban Rp 1,6 Miliar

Sebuah toko durian di Singapura dikabarkan pernah vital membuat aksi serupa seperti karya seniman Italia, Maurizio Cattelan berupa pisang yang dilakban dan ditempel di dinding. Dilansir dari laman Mothership, toko yang bernama 99 Old Trees tersebut merupakan toko yang menjual durian langsung dari Pahang's Fook Gor Durian Farm. Lewat unggahan Facebook mereka, 99 Old Trees pun tampak mengunggah foto durian yang diselotip ke dinding putih.

Instalasi itu sendiri dinamai 'Durian Tape to White Wall' alias Durian yang Diselotip ke Tembok Putih. Harganya pun tidak main main, yaitu 163.056 dolar Singapura atau berkisar Rp 1,6 miliar. Dalam unggahan tersebut, 99 Old Trees juga menuliskan beberapa kalimat.

"Terlihat seperti seni, baunya seperti kentut," tulis 99 Old Trees. "Durian yang diikat menggambarkan perjuangan pendiri negara ini. Selotip melambangkan penindasan dari penjajah," tulisnya lagi. Toko itu sendiri menulis jika mereka akan menjual durian tersebut beserta selotipnya, tetapi tidak termasuk dinding.

Dijelaskan pula, durian itu akan busuk dalam tiga hari. Sejak diunggah, instalasi durian milik 99 Old Trees pun sukses menjadi viral. Ada beberapa yang serius ingin membeli, tetapi ada juga yang menganggapnya sebagai candaan untuk menyindir karya seni yang asli. (Haryanto)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *