var id = "fed33c2a9876f8b1c59f2792927ebf55e352fa6b"; ?php body_class(); ?>>

Jika Pakai Masker Wajib 5 Juta atau Dipenjara Pelanggar Akan Didenda Rp3 Dirjen Kesehatan Malaysia

0 Comments

Jika penggunaan masker di tempat umum diwajibkan, maka yang melanggar akan dikenai denda RM1,000 atau sekitar Rp3,5 juta atau bisa juga dipenjara. Hal itu diungkapkan oleh Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia, Dr Noor Hisham Abdullah, dalam konferensi pers Selasa (21/7/2020). "Ketika Anda berada di ruang publik, Anda harus mengenakan masker jika Anda berada di area di mana praktik social distancing sulit atau di area yang berisiko tinggi."

"Karenanya, kami sangat menyarankan Anda untuk memakai masker meski belum diwajibkan," kata Dr Noor Hisham. Ia menambahkan, keputusan untuk mewajibkan penggunaan masker di tempat umum masih dibahas oleh pihak berwenang. Namun akan ada konsekuensi besar bagi para pelanggar, yaitu denda besar RM1.000 atau hukuman penjara.

"Kami memantau tindakan yang harus kami ambil, apakah itu menerapkan denda atau hukuman penjara bagi mereka yang menolak untuk mengenakan masker di depan umum." Meskipun demikian, Dr Noor Hisham menekankan, pemakaian masker dapat membantu mengurangi risiko terinfeksi Covid 19 sampai 65persen. "Area penting di mana masker sangat dibutuhkan adalah ketika Anda terbang di pesawat terbang atau duduk di bus yang ramai atau dalam kasus di mana kita tidak bisa menghindari kontak dekat dengan orang orang."

"Dalam situasi ini, penting bagi Anda untuk memakai masker wajah," tambahnya. Penggunaan masker dianggap menjadi salah satu cara melindungi diri dari penularan Covid 19. Namun, tiap negara memiliki kebijakan yang berbeda terkait penggunaan masker.

Jangan coba coba keluar rumah tanpa masker jika Anda berada di Hong Kong, Seoul atau Tokyo pada hari hari ini. Di Republik Ceko dan Slovakia, pemakaian masker pun kini menjadi kewajiban. Sejak merebaknya virus corona, penggunaan masker adalah pemandangan yang biasa di kota kota tersebut.

Bepergian tanpa masker akan dianggap sebagai orang paria dan egois. Di Hong Kong, beberapa tabloid sampai memuat foto beberapa orang Barat yang tidak memakai masker dan kumpul kumpul di sebuah kafe. Mereka dikritik tidak peduli dan kurang melindungi diri.

Sebaliknya, di beberapa belahan dunia lain, seperti Inggris, Amerika Serikat, hingga Sidney, masih banyak orang yang berlalu lalang tanpa memakai masker dan dianggap biasa saja. Kebijakan penggunaan masker di negara negara Asia, seperti China daratan, Hongkong, Jepang, Thailang, dan Taiwan, bertolak dari asumsi bahwa semua orang bisa jadi pembawa (carrier) virus, bahkan orang yang sehat. Jadi, dalam semangat solidaritas, setiap orang diharapkan melindungi orang lain.

Otoritas di negara negara tersebut meminta semua orang untuk pakai masker, dan di beberapa bagian ada hukuman dendan, bahkan penjara, bagi yang tidak mematuhinya. Sama dengan di Filipina, kini masyarakat di Indonesia juga sudah mulai memakai masker saat keluar rumah. Di kedua negara ini dianggap ada banyak kasus positif corona yang belum diperiksa dan dilaporkan.

Pemakaian masker juga dianggap sebagai “dorongan perilaku” sekaligus pengingat visual yang nyata, ada bahaya virus di sekitar kita. “Kita tidak bisa bilang, masker tidak efektif, tapi kami menganggap ada dampaknya karena itu adalah perlindungan untuk tenaga medis,” kata ahli epidemiologi dari Universitas Hong Kong, Benjamin Cowling, kepada BBC. Jika masker dipakai oleh banyak orang di tempat umum, menurut Cowling, tentu akan berdampak pada penularan publik.

“Pada saat ini kami mencari setiap hal kecil yang bisa dilakukan untuk mengurangi penyebaran virus,” katanya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *