Kronologi Lengkap Ibu Menelantarkan Bayi Hingga Diproses Hukum, Ternyata Anak Hasil Hubungan Gelap

0 Comments

Ini kronologi lengkap ibu menyusui menelantarkan bayi hingga diproses hukum Kepolisian Resor Kabupaten Belu ( Polres Belu) mengamankan dan menetapkan seorang ibu menyusui sebagai tersangka karena diduga menelantarkan bayi hasil hubungan gelap dengan pria lain hingga bayinya meninggal dunia. Kapolres Belu, AKBP Cliffry Steiny Lapian melalui Kasat Reskrim Polres Belu, AKP Sepuh Ade Irsyam Siregar kepada POS KUPANG.COM, Jumat (7/2/2020) mengatakan, polisi menyelidiki kasus ini setelah mendapat informasi dari pihak RSUD tentang kematian seorang bayi tanpa didampingi orang tuanya.

Dari informasi tersebut, polisi melakukan penyelidikan dan menemukan identitas ibu kandung bayi tersebut berada di Dusun Obor, Desa Rafae, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu Polisi menjemput Paulina dan dibawa ke Polres Belu untuk dimintai keterangan. Sesuai keterangan dari pelaku, bayi tersebut adalah anaknya yang lahir tanggal 12 Januari 2020 dalam perjalanan rujukan dari Kaputu menuju RSUPP Betun. Dia tinggal di Kaputu di Kampung suaminya.

Setelah dirawat di RSUPP Betun, Paulina bersama bayinya keluar dari rumah sakit dan tinggal di Dusun Obor, Desa Rafae, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, yang adalah kampung asal Paulina. Lima hari setelah melahirkan, Paulina menitip bayi itu lewat sopir angkutan kota (angkot) Roby Bria untuk dibawa ke panti asuhan. Tetapi awalnya, sopir angkot membawa bayi itu ke rumah keluarganya di Atambua. Karena kondisi bayi sakit, sopir angkot Roby Bria membawa lagi bayi tersebut ke RSUD Atambua untuk dirawat. Setelah dirawat beberapa hari, bayi tersebut meninggal dunia di RSUD Atambua, Kamis (6/2/2020).

Hubungan Paulina dan Roby Bria hanya kenalan biasa. Menurut Sepuh, Paulina sudah memiliki suami sah dan mempunyai anak tiga. Saat suaminya bekerja hampir satu tahun di Malaysia, Paulina bercinta lagi dengan laki laki lain dan hamil. Di usia kehamilan enam bulan, Paulina merasa sakit sakitan di perut lalu ia kontrol ke Puskesmas Kaputu. Karena pertimbangan medis, Paulina dirujuk ke RSUPP Betun didampingi bidan. Paulina melahirkan anaknya dalam perjalanan rujukan ke RSUPP Betun.

Menurut Sepuh, diduga Paulina malu dengan kelahiran anak keempatnya itu akibat hubungan gelap, sehingga ia tidak merawat bayinya dengan baik. Lebih celaka lagi, Paulina nekad menitip bayinya itu lewat angkot untuk dibawa ke Panti Asuhan. Paulina sudah menyampaikan kepada suami tentang kondisi dia hamil dengan laki laki lain. Suami bersama keluarga nampaknya tidak menerima kejadian itu sehingga Paulina tidak serius merawat bayinya dengan baik. Bisa juga, lanjut Sepuh karena masalah ekonomi untuk merawat bayi yang lahir prematur. Atas tindakan tersebut, Paulina diproses secara hukum. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Teni Jenahas)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *