Lockdown, AS Dibayangi PHK Massal

0 Comments

Tingkat pengangguran di Amerika Serikat (AS) diprediksi mencapai level yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam beberapa pekan dan bulan mendatang. Prediksi ini berdasar pada penelitian terbaru yang dilakukan oleh para pengembang Indeks Kualitas Pekerjaan Sektor Swasta AS (JQI). Mereka menunjukkan data dari penghentian paksa kegiatan bisnis di kota kota dan negara bagian AS, dalam upaya pemerintah untuk menekan penyebaran wabah virus corona (Covid 19).

Dikutip dari laman Russia Today, Rabu (25/3/2020), statistik menunjukkan bahwa sekitar 37 juta pekerja rumah tangga rentan mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena penghentian sementara yang disebabkan oleh krisis kesehatan ini. "Ada penggolongan dari para pekerja ini, mereka yang melakukan pekerjaan dengan penghasilan jauh lebih sedikit dari rata rata pendapatan, sangat rentan terkena PHK karena pandemi yang menyebar ini," seperti yang tertulis dalam pernyataan para pejabat di JQI. Penelitian ini menemukan bahwa yang paling terdampak adalah mereka yang bekerja di restoran dengan layanan terbatas, karena ada sekitar sembilan juta pekerjaan berisiko mengalami PHK dalam waktu dekat.

Sementara sektor pendidikan memiliki 3,2 juta pekerjaan yang berisiko, sedangkan toko toko kemungkinan akan kehilangan 2,8 juta pekerjaan. Gelombang besar masyarakat yang mengajukan tunjangan pengangguran pun telah dilaporkan terjadi di seluruh AS. Menurut data MarketWatch, klaim pengangguran ini diprediksi dapat melebihi rekor tertinggi pada 2009 silam yang tercatat sebesar 6,6 juta, itu pun jika tidak ada perubahan pada perkiraan angka 37 juta PHK itu.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *