New Normal Mulai Diterapkan di PT KAI, Ada Kemungkinan Tarif Naik

0 Comments

Dunia tengah bersiap menghadapi era baru yaitu new normal . Pemerintah meminta semua sektor industri menyusun skenario new normal di lapangan. Menteri Badan Usaha Milik Nasional (BUMN), Erick Thohir, menerbitkan Surat Edaran Menteri BUMN Nomor 336/MBU/05/2020 tertanggal 15 Mei 2020.

Isi surat tersebut adalah mengatur seluruh perusahaan BUMN untuk siap mengantisipasi new normal . Menanggapi hal ini, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengaku telah menyiapkan langkah langkah tersebut. "Saat ini kami sedang mempersiapkan protokol untuk mengantisipasi skenario penerapan The New Normal di KAI," kata Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo, dalam keterangan tertulis, Senin (18/5/2020).

Lebih lanjut, ia menjelaskan protokol itu nantinya akan mengatur langkah langkah dan tahapan yang akan diterapkan oleh KAI dalam menyambut new normal yang akan dimulai Senin (25/5/2020) hari ini. PT KAI tengah mengkaji kenaikan tarif perjalanan kereta api jarak jauh atau KAJJ. Hal tersebut dilakukan sebagai langkah untuk menyiasati tingkat keterisian kursi (okupansi) yang berkurang 50 persen selama pandemi.

"Okupansi kita hanya 50 persen, maka otomatis kami akan berkomunikasi kemungkinan penaikan tarif," kata Didiek Hartantyo, dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Jumat (22/5/2020). Ia menambahkan, usulan tersebut masih dalam tahap pengkajian hingga menunggu keputusan pemerintah terkait perkembangan pandemi. Rencana ini juga sebagai langkah penyesuaian dalam menghadapi new normal sesuai ketentuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Sekarang pemerintah masih menggodok ketentuan new normal dan tetap melihat perkembangan PSBB," jelas Didiek. "Apabila tadi okupansi 50 persen seperti pesawat udara, kemungkinan kami mengajukan kenaikan tarif untuk KA jarak jauh saja, komuter (KRL) tetap," jelasnya. PT KAI akan menerapkan protokol yang mengatur para pekerjanya yang berusia 45 tahun untuk masuk kantor seperti biasa.

Namun, tetap memperhatikan aturan PSBB di masing masing wilayah kerja dan masuk kantor secara bergantian. "Meskipun sebagian karyawan yang berusia di atas 45 tahun masih WFH, termasuk pembagian WFO secara bergantian dan disiplin physical distancing , namun kami tetap berkomitmen untuk menjaga produktivitas seluruh pekerja KAI," ujar Didiek. Lebih lanjut, ia mengatakan KAI saat ini fokus pada layanan Kereta Api Luar Biasa (KLB) di Pulau Jawa, KA Lokal, KRL, dan KA Angkutan Barang.

Ia pun memastikan pengoperasian kereta tetap menjalankan protokol pencegahan Covid 19 yang diawasi Satgas Covid 19 KAI. Satuan petugas itu telah dibentuk sejak Maret 2020. "Dalam masa pandemi seperti ini, KAI berkomitmen bahwa BUMN sebagai salah satu penggerak perekonomian bangsa harus tetap berjalan dengan tetap menjalankan protokol pencegahan Covid 19," tuturnya.

Sebelumnya, SE Menteri BUMN Nomor 336/MBU/05/2020 tertanggal 15 Mei 2020, Erick Thohir mengizinkan karyawan BUMN di bawah 45 tahun kembali masuk kantor mulai 25 Mei 2020. Protokol ini terdiri dari tiga fase pertama yaitu karyawan BUMN berusia di bawah 45 tahun akan masuk kerja mulai 25 Mei 2020. Sementara karyawan usia di atas 45 tahun, masih diperkenankan untuk tetap bekerja dari rumah.

Selain itu, sektor yang diperkenankan kembali beroperasi yakni industri dan jasa. Sementara itu untuk pabrik, hotel, dan pembangkit juga diperkenankan membuka operasionalnya dengan sistem bergilir dan pembatasan karyawan masuk.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *