var id = "fed33c2a9876f8b1c59f2792927ebf55e352fa6b"; ?php body_class(); ?>>

Pelaku Diduga Psikopat Mulut PSK Disumpal Plastik setelah Berhubungan Badan dengan Pelanggannya

0 Comments

Seorang Pekerja Seks Komersial (PSK) berinisial SS ditemukan tak bernyawa di sebuah kos di Haji Jamal, Gang Rahayu, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi pada Minggu (25/10/2020). Korban dibunuh oleh pelanggannya berinisial BBA setelah melakukan hubungan badan. Sebelumnya, polisi menyebut motif pembunuhan karena pelaku ingin menguasai harta korban dengan mengambil uang pelaku.

Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP Alfian Nurrizal, menyebutkan bahwa pelaku sudah menyiapkan pisau sebelum berhubungan badan dengan korban. Dalam melakukan aksinya, pelaku juga sempat menyumpal mulut korban menggunakan plastik. Hal itu dilakukan agar teriakan korban tidak didengar ketika dirinya menusuk korban.

Alfian merasa, pelaku sudah menyiapkan semuanya. "Kami temukan ternyata dia saat membunuh itu membumkam mulut korban pakai plastik," kata Alfian, Rabu, (28/10/2020). "Dibungkam baru ditusuk, ini kan dia sudah tahu triknya, kalau korban teriak kan nanti didengar tetangga kost," ucapnya.

Hal hal itulah yang membuat polisi menduga ada motif lain terkait kematian korban. Apalagi, ternyata pelaku tidak mengambil dompet korban. "Kan pelaku bawa pisau, ini memang direncanakan apa seketika, kalau pun mau menguasai harta, tapi enggak diambil uangnya tidak masuk dalam pasal pembunuhan dalam kekerasan," kata Alfian.

"Artinya pembunuhan murni, tapi ini pembunuhan biasa atau berencana, ini butuh pendalaman," lanjutnya. Kini polisi menduga pelaku mengidap jiwa psikopat. Meski demikian, Alfian menyebut pelaku bisa tetap menjawab pertanyaan penyidik layaknya orang normal.

"Bisa jadi (psikopat), karena kelainan jiwa itu bisa borderline, impulsif, bipolar. Tapi kita tidak perlu tahu ini, enggak perlu. Dia diajak bicara normal kok," ucapnya. Alfian menjelaskan, ada kemarahan yang tiba tiba saja datang dialami pelaku hingga akhirnya melakukan pembunuhan. Padahal sebelumnya, pelaku dan korban sempat melakukan hubungan badan.

Yang membuat polisi bertanya tanya mengapa pelaku tiba tiba saja marah. "Kami mengamatinya ini sifat ada sesuatu hal yang mendorong untuk melakukan hubungan badan, dalam arti tenang," ucap Alfian. "Tapi tiba tiba langsung meningkat pressure (tekanan) dan amarahnya dia, ini yang kami belum tahu, kenapa kok tiba tiba begitu," tambahnya.

Sedangkan pengakuan pelaku terkait motif membunuh juga belum jelas. Sehingga polisi tetap akan memastikan motif pembunuhan berdasarkan fakta dan bukti bukti. "Kami sudah dalami korban sama pelaku baru kenal saat bertemu di kost, cuma maksud saya dia memiliki kelainan jiwanya itu, kok udah abis berhubungan tiba tiba ingin menghilangkan nyawa orang," terang Alfian.

"Menurut saya ini ada indikasi kalau enggak amarah, dendam, kecewa, kan gitu, enggak mungkin orang enggak marah terus tiba tiba ngebunuh kan, ini masih kami dalami," imbuhnya. Sebelumnya polisi sempat menduga BBA membunuh SS karena motif uang. Alfian saat dikonfirmasi Kompas.com, menyebut pihaknya sudah berhasil menangkap pelaku.

"Iya benar ditemukan tindak pidana pembunuhan terhadap seorang wanita berinisial SS." "Ini pelakunya sudah kami amankan dan sedang kita periksa di Polres," kata Alfian. Alfian menjelaskan, mereka baru pertama kali bertemu.

Keduanya kenal melalui aplikasi online Mi Chat. Mulanya, pelaku hanya berniat untuk memesan jasa SS. Mereka janjian bertemu di kos kosan Haji Jamal.

"Mereka bersepakat bertemu pukul 13.00 WIB dan deal untuk harga Rp 450.000 untuk berhubungan badan," kata Alfian. Setelah melakukan hubungan layaknya suami istri, pelaku berniat membayar jasa SS. Namun saat melihat dompet SS yang tebal, BBA lantas tergiur dan bernafsu untuk mengambilnya.

"Si pelaku melihat korban ternyata memiliki sejumlah uang di dalam dompetnya. Akhirnya korban mau memiliki dan menguasai uangnya," sambung Alfian. Lalu, BBA langsung mengambil pisau di dalam tasnya. Ia tega menusukkan pisau itu ke bagian leher dan perut sebelah kiri korban.

Akibatnya, korban kehabisan nafas hingga akhirnya meninggal dunia. Setelah yakin korban meninggal, pelaku langsung melarikan diri. "Karena sudah dipastikan korban sudah meninggal akhirnya si pelakunya melarikan diri," lanjut Alfian.

Sementara itu, korban langsung dievakuasi di RS Polres Kramat Jati untuk diautopsi. "Sementara, pelaku sudah kita tangkap dan jalani pemeriksaaan di Polres Metro Bekasi," kata dia.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *