var id = "fed33c2a9876f8b1c59f2792927ebf55e352fa6b"; ?php body_class(); ?>>

Siti Holijah Pasrah Divonis 13 Tahun Penjara Bunuh Suami Siri

0 Comments

Siti Holijah (20) pasrah ketika Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kelas II Ranai menjatuhkan vonis 13 tahun penjara. Siti Holijah dinyatakan bersalah dalam perkara pembunuhan suami sirinya, Aswawi (35). Kasus pembunuhan yang sempat menghebohkan Anambas itu terjadi pada 30 September 2019.

Ijah, panggilan akrabnya, kini harus mempertanggungjawabkan perbuatan kejinya. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kelas II Ranai, akhirnya resmi menjatuhkan hukuman vonis 13 tahun penjara terhadap Siti Holijah. "Saya mewakili Tim Jaksa Penuntut Umum dalam hal ini mengapresiasi putusan yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim PN Ranai, tentunya saya ucapkan terima kasih juga untuk Tim Jaksa Penuntut Umum Cabjari Anambas dan penyidik Polres Anambas atas kerjasamanya dalam penegakan hukum terhadap perkara ini," ucap Kacabjari Tarempa, Allan Baskara, pada Minggu (9/8/2020).

Allan mengatakan terhadap putusan yang dijatuhkan, terpidana Siti Holijah akhirnya menerima dan tidak mengambil upaya hukum. Meski demikian, Ijah sempat mengelak dan tidak mengakui telah membunuh suaminya. Teka teki kematian Bendahara Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (DPUPR) Kepulauan Anambas sebulan lalu, akhirnya terungkap.

Pria berinisial A (35) yang awalnya dikira bunuh diri tersebut ternyata tewas akibat dianiaya oleh istri sirinya, SH alias Ijah (20). Tim penyidik gabungan Polres Anambas mengungkap kasus ini, setelah menggelar pra rekonstruksi di tempat kejadian perkara (TKP) di kamar kosan Babe, Kampung Baru, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan. Selain itu, berdasarkan hasil autopsi terhadap jenazah korban juga menunjukkan adanya tanda tanda penganiayaan.

Kapolres Kepulauan Anambas AKBP Junoto SIK mengatakan, kegiatan rekonstruksi dengan tersangka Ijah ada dua. Yakni saat cekcok antara korban dan pelaku, serta detik detik pelaku menghabisi korban. "Tersangka melilitkan tali ayunan milik anak mereka ke leher korban yang sudah tak sadarkan diri," kata Junoto, dalam konferensi persnya, Jumat (25/10/2019) di Mapolsek Siantan.

Dari rekonstruksi, sebelum korban menghembuskan napas terakhir, Ijah sempat cekcok dengan korban. Keduanya saling menjambak rambut dan pukul, hingga korban lemas dan tak berdaya. Setelah korban tak bernyawa, Ijah langsung mengelap darah korban dengan kain lap.

Saat itu ada luka pada tubuh korban. Kemudian Ijah membuang lap tersebut ke lubang tang (celah celah batu). Adapun motif pembunuhan, Ijah tega menghabisi nyawa suaminya karena dendam. Ijah mengaku sering mendapat perlakuan kasar dari A.

Dari situ, timbul niat Ijah untuk menghabisi suaminya saat Subuh. Korban ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya, Jumat (20/9/2019). "Kronologis secara umum Ijah pergi ke karaoke. Kemudian ditunggu suaminya di kos kosan. Terjadilah cekcok perang mulut, sehingga terjadi penganiayaan," ujarnya.

Dari rekonstruksi yang dilakukan, juga terdapat bukti setelah korban dihabisi, tersangka membuat seolah olah korban bunuh diri. Kemudian memanggil saksi lain yang merupakan teman dan tetangga sebelah kamar. Saat rekonstruksi berlangsung, istri sah A hadir.

Ia histeris dan meneriaki Ijah. "Dasar pembunuh, dasar pembunuh," umpatnya. Kasubsi Pidum dan Pidsus Ade Suganda, SH bersama Kacabjari Natuna Allan Henri Baskara Harahap SH M.Hum ikut hadir dalam konferensi pers itu.

Diketahui, korban dan pelaku menikah siri pada 5 Mei 2018. Dari pernikahan itu, keduanya dikaruniai seorang anak. Sehari hari, Ijah bekerja sebagai pemandu karaoke. "Kemarin dipastikan terdakwa tidak menggunakan haknya untuk upaya hukum banding," ungkap Allan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *