Sayit witha Article

Blog Sayit witha

Tag Archive : new normal

Moeldoko: New Normal Itu Bukan Back to Normal

Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko menjelaskan mengenai adaptasi kebiasaan baru atau new normal dalam menghadapi Pandemi Covid 19. Menurutnya New Normal bukan berarti kembali normal seperti sebelum adanya Pandemi. "Ingin saya tegaskan new normal itu bukan back to normal. Kalau back to normal, nanti orang beranggapan sudah normal lagi kok, tidak pakai masker, tidak menjaga jarak, tidak cuci tangan, tidak takut masuk ke kerumunan masyarakat dan lainnya," kata Moeldoko dalam diskusi bersama Dream, Senin, (15/6/2020).

Menurut Moeldoko new normal adalah kebiasaan baru dalam beraktivitas. Kebiasaan baru itu yakni menerapkan protokol kesehatan. Dasarnya menurut Moeldoko, sekarang ini, kita tidak bisa hanya memikirkan tentang kesehatan saja. Masyarakt harus beraktivitas dan produktif agar ekonomi dapat bertahan.

"Kalau kita melupakan ekonomi, nanti kasihan masyarakat saat ini menghadapi kehidupan yang ga normal, karena engga bisa mencari makan. Jadi bagaimana kelangsungan hidup berjalan baik, tapi tidak meninggalkan kebiasaan baru itu yang dimaksud new normal," katanya. Karena itu menurut Moeldoko, presiden Jokowi menggunakan istilah berdamai dengan Covid 19. Berdamai yang dimaksud bukan berarti menyerah terhadap pandemi.

Melainkan hidup berdampingan dan dapat bertahan dari Pandemi. Karena menurut Moeldoko, Pandemi baru akan berakhir bila vaksin Covid 19 ditemukan. "Sederhananya begini, kalau kita ingin berdamai dengan dingin, maka kita harus pakai jaket yang tebel, bukan malah kita engga pakai baju, kita melawan dingin. Kita berdamai kira kira seperti itu. Berdamai dengan Covid seperti apa, maunya Covid seperti apa, ya kita pakai masker, kita cuci tangan setiap saat, kalau engga bahaya," katanya. Berikut penjelasan mengenai new normal, besertapanduan pencegahan Covid 19 di tempat kerja.

Istilah new normal kini sudah tak asing didengar oleh masyakat. Jika new normal diterapkan maka seseorang nantinya akan mengadopsi perilaku hidup berbeda agar menekan risiko penularan virus. "Ya melakukan perilaku hidup berbeda dari biasanya, seperti bekerja tetapi dari rumah (work from home), saat keluar rumah menggunakan masker, selalu mencuci tangan menggunakan sabun dan lain sebagainya," kata Yuli.

Kehidupan yang dijalani masyarakat akan berubah, entah itu dari berbagai aspek baik ekonomi, sosial, spiritual, kesehatan, dan bahkan psikologisnya. "Sebelumnya, masyarakat perlu diberikan psikoedukasi atau pemahaman mengenai pengertian hal tersebut agar bisa menambah wawasan mereka," ungkap Yuli. Hal tersebut bertujuan apabila diterapkan di masyarakat, mereka lebih bisa menerima dan menjalani aktivitas seperti biasa.

"Masyarakat jadi tidak mudah panik dan stress karena harus melakukan aktivitas seperti biasa (normal) meski dengan menggunakan tatanan atau aturan yang baru jika pada akhirnya hal tersebut diterapkan," lanjutnya. Sebelumnya, dikutip dari , Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa Indonesia akan memasuki tatanan kehidupan baru (new normal). Menurut Jokowi, masyarakat harus berdamai dan hidup berdampingan dengan Covid 19 karena virus itu tidak akan hilang.

”Berdampingan itu justru kita tak menyerah, tetapi menyesuaikan diri (dengan bahaya Covid 19). Kita lawan Covid 19 dengan kedepankan dan mewajibkan protokol kesehatan ketat,” kata Jokowi. Salah satu ketentuan dalam new normal adalah perusahaan wajib menerapkan physical distancing dengan jarak antar karyawan selama bekerja di lokasi kerja, baik kantor maupun industri, minimal 1 meter. "Physical Distancing dalam semua aktifitas kerja. Pengaturan jarak antar pekerja minimal 1 meter pada setiap aktifitas kerja (pengaturan meja kerja/workstation, pengaturan kursi saat di kantin, dll)," bunyi Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020.

Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) dalam rangka percepatan penanganan Covid 19 telah menyatakan bahwa PSBB dilakukan salah satunya dengan meliburkan tempat kerja. Namun, dunia usaha tidak mungkin selamanya dilakukan pembatasan, roda perekonomian harus tetap berjalan. Peliburan karyawan dalam jangka waktu yang lama dinilai bisa mengakibatkan ekonomi terhenti. A. Kebijakan Manajemen dalam Pencegahan Penularan Covid 19

1) Pihak manajemen agar senantiasa memantau dan memperbaharui perkembangan informasi tentang COVID19 di wilayahnya. 2) Pembentukan Tim Penanganan Covid 19 di tempat kerja yang terdiri dari Pimpinan, bagian kepegawaian, bagian K3 dan petugas Kesehatan yang diperkuat dengan Surat Keputusan dari Pimpinan Tempat Kerja. 3) Pimpinan atau pemberi kerja memberikan kebijakan dan prosedur untuk pekerja melaporkan setiap ada kasus dicurigai Covid 19 (gejala demam atau batuk/pilek/nyeri tenggorokan/sesak nafas) untuk dilakukan pemantauan oleh petugas kesehatan.

4) Tidak memperlakukan kasus positif sebagai suatu stigma. 5) Pengaturan bekerja dari rumah (work from home). Menentukan pekerja esensial yang perlu tetap bekerja/datang ke tempat kerja dan pekerja yang dapat melakukan pekerjaan dari rumah.

B. Jika ada pekerja esensial yang harus tetap bekerja selama PSBB berlangsung : 1) Di pintu masuk tempat kerja lakukan pengukuran suhu dengan menggunakan thermogun, dan sebelum masuk kerja terapkan Self Assessment Risiko Covid 19 untuk memastikan pekerja yang akan masuk kerja dalam kondisi tidak terjangkit Covid 19. 2) Pengaturan waktu kerja tidak terlalu panjang (lembur) yang akan mengakibatkan pekerja kekurangan waktu untuk beristirahat yang dapat menyebabkan penurunan sistem kekebalan/imunitas tubuh.

3) Untuk pekerja shift : A) Jika memungkinkan tiadakan shift 3 (waktu kerja yang dimulai pada malam hingga pagi hari) B) Bagi pekerja shift 3 atur agar yang bekerja terutama pekerja berusia kurang dari 50 tahun.

4) Mewajibkan pekerja menggunakan masker sejak perjalanan dari/ke rumah, dan selama di tempat kerja. 5) Mengatur asupan nutrisi makanan yang diberikan oleh tempat kerja, pilih buah buahan yang banyak mengandung vitamin C seperti jeruk, jambu, dan sebagainya untuk membantu mempertahankan daya tahan tubuh. Jika memungkinkan pekerja dapat diberikan suplemen vitamin C. 6) Memfasilitasi tempat kerja yang aman dan sehat,

A) Higiene dan sanitasi lingkungan kerja B) Sarana cuci tangan C) Physical Distancing dalam semua aktifitas kerja. Pengaturan jarak antar pekerja minimal 1 meter pada setiap aktifitas kerja (pengaturan meja kerja/workstation, pengaturan kursi saat di kantin, dll).

D) Mengkampanyekan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) melalui Pola Hidup Sehat dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tempat kerja sebagai berikut: C. Sosialisasi dan Edukasi pekerja mengenai Covid 19 1) Edukasi dilakukan secara intensif kepada seluruh pekerja dan keluarga agar memberikan pemahaman yang benar terkait masalah pandemi Covid 19, sehingga pekerja mendapatkan pengetahuan untuk secara mandiri melakukan tindakan preventif dan promotif guna mencegah penularan penyakit, serta mengurangi kecemasan berlebihan akibat informasi tidak benar.

2) Materi edukasi yang dapat diberikan: A) Penyebab COVID 19 dan cara pencegahannya B) Mengenali gejala awal penyakit dan tindakan yang harus dilakukan saat gejala timbul.

C) Praktek PHBS seperti praktek mencuci tangan yang benar, etika batuk D) Alur pelaporan dan pemeriksaan bila didapatkan kecurigaan E) Metode edukasi yang dapat dilakukan: pemasangan banner, pamphlet, majalah dinding, dll di area strategis yang mudah dilihat setiap pekerja seperti di pintu masuk, area makan/kantin, area istirahat, tangga serta media audio & video yang disiarkan secara berulang. SMS/whats up blast ke semua pekerja secara berkala untuk mengingatkan.

F) Materi edukasi dapat diakses pada www.covid19.go.id. “Dengan menerapkan panduan ini diharapkan dapat meminimalisir risiko dan dampak pandemi Covid 19 pada tempat kerja khususnya perkantoran dan industri, dimana terdapat potensi penularan akibat berkumpulnya banyak orang dalam satu lokasi,” kata Menkes Terawan.

New Normal Mulai Diterapkan di PT KAI, Ada Kemungkinan Tarif Naik

Dunia tengah bersiap menghadapi era baru yaitu new normal . Pemerintah meminta semua sektor industri menyusun skenario new normal di lapangan. Menteri Badan Usaha Milik Nasional (BUMN), Erick Thohir, menerbitkan Surat Edaran Menteri BUMN Nomor 336/MBU/05/2020 tertanggal 15 Mei 2020.

Isi surat tersebut adalah mengatur seluruh perusahaan BUMN untuk siap mengantisipasi new normal . Menanggapi hal ini, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengaku telah menyiapkan langkah langkah tersebut. "Saat ini kami sedang mempersiapkan protokol untuk mengantisipasi skenario penerapan The New Normal di KAI," kata Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo, dalam keterangan tertulis, Senin (18/5/2020).

Lebih lanjut, ia menjelaskan protokol itu nantinya akan mengatur langkah langkah dan tahapan yang akan diterapkan oleh KAI dalam menyambut new normal yang akan dimulai Senin (25/5/2020) hari ini. PT KAI tengah mengkaji kenaikan tarif perjalanan kereta api jarak jauh atau KAJJ. Hal tersebut dilakukan sebagai langkah untuk menyiasati tingkat keterisian kursi (okupansi) yang berkurang 50 persen selama pandemi.

"Okupansi kita hanya 50 persen, maka otomatis kami akan berkomunikasi kemungkinan penaikan tarif," kata Didiek Hartantyo, dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Jumat (22/5/2020). Ia menambahkan, usulan tersebut masih dalam tahap pengkajian hingga menunggu keputusan pemerintah terkait perkembangan pandemi. Rencana ini juga sebagai langkah penyesuaian dalam menghadapi new normal sesuai ketentuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Sekarang pemerintah masih menggodok ketentuan new normal dan tetap melihat perkembangan PSBB," jelas Didiek. "Apabila tadi okupansi 50 persen seperti pesawat udara, kemungkinan kami mengajukan kenaikan tarif untuk KA jarak jauh saja, komuter (KRL) tetap," jelasnya. PT KAI akan menerapkan protokol yang mengatur para pekerjanya yang berusia 45 tahun untuk masuk kantor seperti biasa.

Namun, tetap memperhatikan aturan PSBB di masing masing wilayah kerja dan masuk kantor secara bergantian. "Meskipun sebagian karyawan yang berusia di atas 45 tahun masih WFH, termasuk pembagian WFO secara bergantian dan disiplin physical distancing , namun kami tetap berkomitmen untuk menjaga produktivitas seluruh pekerja KAI," ujar Didiek. Lebih lanjut, ia mengatakan KAI saat ini fokus pada layanan Kereta Api Luar Biasa (KLB) di Pulau Jawa, KA Lokal, KRL, dan KA Angkutan Barang.

Ia pun memastikan pengoperasian kereta tetap menjalankan protokol pencegahan Covid 19 yang diawasi Satgas Covid 19 KAI. Satuan petugas itu telah dibentuk sejak Maret 2020. "Dalam masa pandemi seperti ini, KAI berkomitmen bahwa BUMN sebagai salah satu penggerak perekonomian bangsa harus tetap berjalan dengan tetap menjalankan protokol pencegahan Covid 19," tuturnya.

Sebelumnya, SE Menteri BUMN Nomor 336/MBU/05/2020 tertanggal 15 Mei 2020, Erick Thohir mengizinkan karyawan BUMN di bawah 45 tahun kembali masuk kantor mulai 25 Mei 2020. Protokol ini terdiri dari tiga fase pertama yaitu karyawan BUMN berusia di bawah 45 tahun akan masuk kerja mulai 25 Mei 2020. Sementara karyawan usia di atas 45 tahun, masih diperkenankan untuk tetap bekerja dari rumah.

Selain itu, sektor yang diperkenankan kembali beroperasi yakni industri dan jasa. Sementara itu untuk pabrik, hotel, dan pembangkit juga diperkenankan membuka operasionalnya dengan sistem bergilir dan pembatasan karyawan masuk.