Sayit witha Article

Blog Sayit witha

Tag Archive : ramadhan 2020

7 Amalan yang Dianjurkan Dilakukan Wanita Haid saat Ramadhan untuk Tetap Dapat Pahala

Ramadhan akan segera berakhir, untuk wanita yang sedang haid namun ingin tetap mendapat pahala bisa melakukan 7 amalan yang cukup mudah ini, yuk simak. Saat bulan ramadhan, wanita yang sedang haid atau datang bulan tak bisa melakukan ibadah maksimal. Apalagi kini bulan suci ramadhan 1441 H sudah tingga seminggu lagi.

Minggu terakhir ini membuat banyak orang belomba lomba beribadah demi mendapatkan malam lailatul qadar. Lailatul Qadar merupakan malam 10 hari terakhir di bulan Ramadhan. Lailatul Qadar menjadi malam yang mulia dan disebut sebagai malam yang lebih baik dari pada seribu bulan.

Lantaran menjadi malam diturunkannya Al Quran. Sejumlah beberapa ulama memberikan satu pendapat dan gambaran. Apabila awal Ramadhan pada hari Ahad atau Rabu, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke 29.

Bila awal puasa dimulai pada hari Senin, maka malam Lailatul Qadar jatuh pada malam ke 21. Jika puasa diawali pada hari Selasa atau Jumat, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke 27. Namun jika awal puasa pada hari Kamis, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke 25.

Dan jika awal puasa adalah hari Sabtu, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke 23. Namun, sesungguhnya kita tidak ada yang tau jelas kapan malam Lailatul Qadar terjadi, karena itu rahasia Allah. Ketidaktahuan ini tentu membuat orang berlomba beribadah selama 10 hari terakhir bulan suci Ramadhan.

Sayangnya wanita yang sedang haid tak bisa berpuasa atau salat demi mendapat pahala. Namun masih ada 7 amalan yang bisa dilakukan agar tetap mendapat pahala. Meski sedang mengalami menstruasi bukan berarti kita tidak boleh berdoa.

Pada bulan ramadhan yang penuh dengan keberkahan ini menjadi waktu yang tepat untuk berdoa kepada Allah SWT. Mulai dari doa memohon ampun, meminta perlindungan, meminta petunjuk hingga doa saat terjadi bencana seperti pandemi corona yang sedang terjadi. Selain berdoa, melantunkan dzikir juga bisa tetap diamalkan di saat sedang datang bulan.

Perbanyak melantunkan tasbih, tahmid, takbir dan sebagainya. Lantunkan dzikir untuk meraih cahaya di malam lailatul qadar. Hadist riwayat Imam Bukhari menyebut bahwa Rasulullah pernah bersabda:

"Perumpamaan antara orang yang dzikir pada Tuhannya dan yang tidak, seperti antra orang yang hidup dan yang mati". Meski tidak bisa melantunkan Al Quran, kita masih bisa mendengarkannya. Dengan mendengarkan orang yang membaca ayat Al Quran kita akan mendapatkan pahala.

Selain deretan amalan di atas, kita juga bisa tetap beramal meski sedang haid. Terlebih di saat Ramadhan, beramal kepada orang yang membutuhkan merupakan perbuatan yang terpuji. Apalagi ketika situasi sedang sulit karena pandemi corona yang menjadikan masyarakat mengalami penurunan pendapatan hingga kehilangan pekerjaan.

Selain mendengarkan lantunan ayat Al Quran, wanita yang sedang haid juga diperbolehkan mendengarkan tausiyah. Baik dari media sosial, televisi maupun radio. Mendengarkan tausiyah merupakan salah satu bentuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Kita dapat memperluas pengetahuan agama dengan banyak mendengarkan tausiyah. Membaca dan mengalmalkan nama nama baik Allah SWT merupakan amalan yang juga bisa dilaksanakan saat wanita haid. Dengan membaca Asmaul Husna menjadikan kita lebih banyak mengingat Allah.

Selain itu kita juga menjadi semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, terutama jika dilakukan di bulan Ramadhan. Menuntut ilmu merupakan bentuk amalan kepada Allah SWT. Membaca buku, memperluas pengetahuan hingga mengikuti kajian memberikan manfaat yang besar.

Kita senantiasa dihimbau untuk terus menuntut ilmu kapanpun dan di manapun berapa. Hadis riwayat Ad Dailami menuliskan: "Belajarlah ilmu, sesungguhnya belajar ilmu karena Allah adalah suatu bentuk ketakwaan.

Mencari ilmu adalah ibadah, menelaahnya adalah tasbih, dan mengkajinya adalah jihad."

Bolehkah Mandi Junub Setelah Imsak? Berikut Penjelasan dan Niat serta Tata Cara Mandi Junub

Simak penjelasan terkait pertanyaan apakah boleh mandi wajib dilakukan setelah sahur atau masuk waktu imsak di bulan Ramadhan? Menanggapi hal tersebut, Dosen dan Ketua LPM IAIN Surakarta, Muh Nashiruddin mengatakan, tergantung pada waktu yang tersisa saat sahur. "Sahur memiliki waktu yang terbatas sampai terbitnya fajar sadik atau masuknya waktu subuh," jelas Nashiruddin.

Menurut Nashiruddin, jika waktu sahur tinggal sedikit, maka diutamakan melaksanakan sahur terlebih dahulu. Kemudian setelahnya, melakukan mandi wajib. Sementara itu, jika waktu sahur masih panjang, lebih baik mandi wajib dahulu kemudian dilanjutkan sahur.

"Jika waktu sahur masih longgar, sebaiknya mandi wajib dahulu, agar tubuhnya bersih baru kemudian melakukan sahur," tambahnya. Nashiruddin menambahkan, ada hal yang perlu diperhatikan jika berencana mandi wajib setelah sahur. Waktu sebelum sahur diutamakan untuk membasuh kemaluan dan melakukan wudu seperti wudunya orang salat.

Setelah itu dilanjutkan dengan sahur. "Ada hadis yang diriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, kalau Nabi dalam keadaan junub kemudian akan tidur lagi atau akan makan, maka Rasulullah akan berwudu sebagaimana wudunya untuk salat," jelasnya. Nashiruddin menjelaskan, bagi setiap Muslim dalam keadaan junub karena berhubungan suami istri, apabila waktunya mencukupi, maka lebih baik mandi wajib terlebih dahulu.

"Namun jika tidak mencukupi, diutamakan sahur terlebih dahulu kemudian mandi wajib, tetapi disunahkan untuk berwudu terlebih dahulu," jelasnya. Niat dan tata cara mandi wajib merupakan hal yang perlu diketahui untuk membersihkan diri dari hadas besar. Tata cara mandi wajib yakni membasuh seluruh tubuhmenggunakanair yang diawali niat.

Niat mandi wajib merupakan hal yang membedakan mandi wajib dengan mandi biasa. Berikut niat mandi wajib: Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadats besar fardhu karena Allah ta'aala .

1. Niat. 2.Mendahulukan mengambil air wudu, yakni sebelum mandi disunatkan berwudu terlebih dahulu. 3. Menghadap kiblat sewaktu mandi dan mendahulukan bagian kanan dari pada kiri.

4. Membaca 'Bismillahirrahmaanirrahiim,' pada permulaan mandi. 5. Membasuh seluruh badan menggunakan air, yakni meratakan air ke semua rambut dan kulit. 6. Mendahulukan membasuh segala kotoran dan najis dari seluruh badan.

7. Membasuh badan sampai tiga kali. 8. Membaca doa sebagaimana membaca doa sesudah berwudu. Dikutip dari sumsel.kemenag.go.id , Kamis (23/4/2020), berikut sebab seseorang melakukan mandi wajib:

Bertemunya dua khitanan (bersetubuh) atau disebut Junub. Keluar mani karena bersetubuh atau sebab lainnya. Ketika seseorang meninggal dunia dan meninggalnya bukan mati syahid.

Selesai nifas (bersalin, setelah berhentinya darah yang keluar sesudah melahirkan). Wiladah (setelah melahirkan). Selesai haid.

Melaksanakan salat. Melakukan thawaf di Baitullah. Memegang kitab suci Al Qur'an.

Membawa/mengangkat Kitab Al Qur'an. Membaca Kitab Suci Al Qur'an. Berdiam diri di masjid.