Sayit witha Article

Blog Sayit witha

Tag Archive : update corona

Pasien Positif Tambah 4.192 Meninggal 109 Sembuh 2.927 UPDATE Corona 24 November

Update Jumlah pasien positif virus corona atau Covid 19 di Indonesia yang tercatat pada Selasa (24/11/2020) pukul 12.00 WIB. Jumlah positif Corona tercatat 4.192 penambahan, dari sebelumnya 502.110 kasus. Sehingga, total kasus Covid 19 di Indonesia sejak terkonfirmasi pada 2 Maret lalu menjadi 506.302 kasus.

Hal itu disampaikan dalam website resmi Kementerian Kesehatan, kemkes.go.id, pada Selasa (24/11/2020) sore. Kabar baiknya, ada sejumlah 2.927 pasien yang berhasil sembuh. Artinya jumlah pasien sembuh menjadi 425.313 dari pasien sebelumnya sebanyak 422.386 pasien.

Sementara, jumlah pasien positif Covid 19 yang dinyatakan meninggal dunia juga bertambah sebanyak 109 orang. Sehingga total pasien meninggal dunia akibat virus corona menjadi 16.111 orang, dari sebelumnya 16.002. Penambahan kasus positif tersebut tersebar diseluruh provinsidi Indonesia.

Provinsi DKI Jakarta kinimenjadi provinsi dengan jumlah kasus terbanyak. Disusul dengan Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan. Menurut WHO , Langkah langkah perlindungan dari virus corona adalah tetap mengetahui informasi terbaru tentang wabah COVID 19.

Hal tersebut tersedia di situs web WHOatau melalui otoritas kesehatan publik nasional dan lokal. Cara mencegah kemungkinan terinfeksi COVID 19 adalah dengan melakukan beberapa tindakan pencegahan sederhana seperti berikut ini: Secara teratur dan menyeluruh bersihkan tangan Anda dengan gosok berbasis alkohol atau cuci dengan sabun dan air.

Alasannya, mencuci tangan dengan sabun dan air atau menggunakan gosok tangan berbasis alkohol dapat membunuh virus yang mungkin ada di tangan. Pertahankan jarak setidaknya 1 meter dari siapa saja yang batuk atau bersin. Ketika seseorang batuk atau bersin, mereka menyemprotkan tetesan cairan kecil dari hidung atau mulut mereka yang mungkin mengandung virus.

Jika terlalu dekat, maka tetesan air bisa terhirup, termasuk virus COVID 19 jika orang tersebut menderita batuk. Tangan menyentuh banyak permukaan dan dapat terpapar virus. Setelah terkontaminasi, tangan dapat memindahkan virus ke mata, hidung, atau mulut.

Dari sana, virus bisa masuk ke tubuh dan bisa membuat sakit. Pastikan orang orang di sekitarmu, mengikuti 'kebersihan pernapasan' yang baik. Ini berarti menutupi mulut dan hidung dengan siku atau jaringan yang tertekuk saat batuk atau bersin.

Karena tetesan yang tertampung pada tisu bisa menyebarkan virus. Dengan mengikuti kebersihan pernapasan yang baik, maka bisa melindungi orang orang di sekitarmu dari virus seperti flu dan COVID 19. Jika mengalami demam, batuk dan kesulitan bernapas, cari bantuan medis dan hubungi terlebih dahulu dan ikuti arahan otoritas kesehatan setempat.

Otoritas nasional dan lokal akan memiliki informasi terbaru tentang situasi di daerah setempat. Menelepon terlebih dahulu akan memungkinkan penyedia layanan kesehatan bisa dengan cepat mengarahkan ke fasilitas kesehatan yang tepat. Ini juga akan melindungimu dan membantu mencegah penyebaran virus dan infeksi lainnya.

Ikuti perkembangan COVID 19 terbaru (kota atau area lokal di mana COVID 19 menyebar luas). Jika memungkinkan, hindari bepergian ke tempat tempat tersebut terutama untuk orang yang lebih tua atau menderita diabetes, penyakit jantung, atau paru paru. Karena memiliki peluang lebih tinggi untuk terkena COVID 19 di salah satu area ini.

Face Shield Disebut Tak Efektif Cegah Penularan Covid-19 Berdasar Pengujian Fugaku Jepang

Pelindung wajah berbahan plastik atau face shield disebut tidak efektif mencegah penularan Covid 19 secara aerosol, menurut superkomputer Jepang. Pernyataan ini menimbulkan keraguan soal keefektivitasannya dalam mencegah penyebaran virus corona. Face shield biasanya digunakan nakes di rumah sakit, namun seiring berjalannya pandemi, masyarakat disarankan menggunakannya unyuk mencegah penyebaran Covid 19.

Bahkan face shield menjadi persyaratan penting bagi pelaku bisnis untuk kembali beroperasi, seperti toko, salon, hingga restoran. Namun apakah benar benar mampu menangkal virus corona? Dilansir , simulasi yang dilakukan superkomputer tercepat di dunia di Jepang menimbulkan keraguan soal keefektifan face shield.

Superkomputer tercepat di dunia, Fugaku digunakan untuk menguji keefektifan pelindung wajah dalam mencegah penyebaran virus corona. Ternyata hasilnya adalah hampir 100 persen tetesan virus corona yang ada di udara berukuran kurang dari 5 mikrometer lolos melalui face shield. Face shield yang dimaksud yakni yang berbahan plastik dan biasa digunakan orang orang di industri jasa.

Untuk mempermudah perspektifnya, satu mikrometer sama dengan sepersejuta meter. Selain itu, lembaga penelitian yang didukung pemerintah di kota barat Kobe, Riken ini mengatakan bahwa sekitar 50 persen droplet/tetesan yang lebih besar, berukuran 50 mikrometer bercampur ke udara. Baru baru ini, ilmuwan senior di Inggris mengritik pemerintah karena menekankan pentingnya cuci tangan tanpa memberi penjelasan yang sepadan soal transmisi Covid 19 secara aerosol.

Tidak seperti pemerintah Jepang yang memasukkan penularan aerosol ini ke dalam pedoman kesehatan masyarakat terkait pandemi Covid 19. Simulasi dari superkomputer Jepang ini merupakan kombinasi aliran udara dan reproduksi ribuan partikel berbagai ukuran dari 1 mikrimeter hingga ratusan mikrometer, kata ketua tim pusat Riken Makoto Tsubokura. Dia mengingatkan bahwa face shield bukan alternatif pengganti masker, didasarkan hasil simulasi tersebut.

"Dilihat dari hasil simulasi, sayangnya efektivitas pelindung wajah dalam mencegah tetesan menyebar dari mulut orang yang terinfeksi terbatas dibandingkan dengan masker," kata Tsubokura kepada . "Hal ini terutama berlaku untuk tetesan kecil kurang dari 20 mikrometer," katanya. Seraya menambahkan bahwa efektivitas face shield dalam mencegah penularan droplet virus corona lebih terbatas dibandingkan masker medis.

Tsubokura mengatakan hal ini khususnya untuk droplet/tetesan yang berukuran 20 mikrometer, terlebih semua tetesan aerosol yang lebih kecil. Sebab virus dengan ukuran itu dapat keluar melalui celah antara wajah dan face shield yang digunakan. Di saat yang sama, pelindung wajah ini cukup efektif untuk droplet/tetesan yang berukuran lebih besar yakni 50 mikrometer.

"Pada saat yang sama, entah bagaimana cara ini bekerja untuk tetesan yang lebih besar dari 50 mikrometer," jelasnya. Khusus kelompok tertentu yang disarankan tidak memakai masker seperti orang yang memiliki masalah pernapasan atau anak anak, dia menyarankan memakai face shield saat di luar ruangan dan dalam ruangan dengan ventilasi yang bagus. Selain itu, superkomputer Fugaku baru baru ini juga menemukan bahwa masker medis efektif memblokir droplet virus corona melalui udara dibandingkan masker berbahan katun atau kain.

Fugaku juga menjalankan simulasi bagaimana tetesan dari sistem pernapasan menyebar saat berada di kantor dan kereta. Meskipun superkomputer tidak akan beroperasi hingga tahun depan, para ahli berharap dapat menggunakannya untuk mengidentifikasi pengobatan Covid 19 dari lebih dari 2.000 obat yang tersedia, termasuk yang belum mencapai tahap uji klinis.

Update Corona Indonesia 30 Juli: 106.336 Pasien Positif, 64.292 Sembuh, 5.058 Meninggal Dunia

Jumlah kasus konfirmasi positif Corona (Covid 19) di Indonesia masihmengalami peningkatan. Bedasarkandata di laman kemkes.go.id, jumlah kasus konfirmasi positif Covid 19 di Indonesiameningkat1.904kasus per Kamis (30/7/2020). Sehingga, total kasus Covid 19 di Indonesia kini mencapai106.336 kasus.

Sebelumnya, Rabu (29/7/2020),total kasus positif Covid 19 di Indonesia berjumlah 104.432. Sementara itu, angka kematian akibat Covid 19 juga masih meningkat, yaitusebanyak 83 orang. Kini, total kasus kematian akibat Covid 19 telah mencapai5.058 kasus, dari yang sebelumnya berjumlah total 4.975 kasus.

Kabar baiknya, kini pasien positif Covid 19 yang sembuh bertambah2.154 orang, sehingga totalnya menjadi64.292 orang. Sebelumnya, total pasien yang sembuh berjumlah 62.138 orang. Sebelumnya, dr Reisa Broto Asmoro menyampaikan terdapat 6 cara untuk mencegah risiko penularan Covid 19 melalui udara di ruang tertutup.

Reisa menjelaskan, berdasarkanpernyataan resmiWHO pada 9 Juli 2020, diterangkan bahwa transmisi atau penularan Virus Coronaterjadi terutama melalui percikan atau buliran air liur atau droplet. Baik secara langsung, tidak langsung, ataupun kontak dekat. Sementara, transmisimelalui udara juga dapat terjadi padatindakanyang menghasilkanaerosol.

"Transmisi lewat udara dapat terjadi pada prosedur yang menimbulkan aerosol, seperti difasilitas kesehatan,yakni melalui bronkoskopi, intubasi trakea, pemberian tekanan pada dada saat resustasi jantung, dan kegiatan serupa lainnya," terang Reisa dalam konferensi pers yang ditayangkan langsung melalui kanal YouTube BNPB, Selasa (14/7/2020) sore. Selain itu, Reisa menambahkan, Covid 19 juga dapat menular di udara melalui percikan air liur atau droplet yang dikeluarkan ketika seseorang batuk, bersin, berbicara, atau bahkan bernyanyi. Reisa pun menyampaikan, WHO mendefinisikan penularan Covid 19 melalui udara sebagai penyebaran agen penular yang disebabkan oleh penyebaran aerosol yang melayang di udara dalam jarak dan waktu yang lama.

"Teori menunjukkan bahwa sejumlah droplet pernapasan dapat menghasilkan aerosol. Aerosol sendiri adalah tetesan pernapasan yang sangat kecil sehingga dapat melayang di udara," jelas Reisa. Reisa pun menjelaskan, aerosol memiliki ukuran yang lebih kecil dari droplet. "Droplet adalah buliran dengan ukuran partikel lebih dari 5 mikrometer, sedangkan aerosol ukurannya lebih kecil lagi, yakni kurang dari 5 mikrometer, dan airbone adalah penularan via aerosol dalam jarak jauh," terangnya.

Lebih lanjut, Reisa menyampaikan 6 cara mengantisipasi peredaran udara di ruang tertutup ber AC untuk mengurangi risiko penularan Covid 19. Reisa mengatakan, ventilasi atau sirkulasi udara dalam ruangan harus diperhatikan. "Pastikan ruang kerja atau tempat kita beraktivitas memiliki sirkulasi udara yang baik dan mendapatkan sinar matahari," lanjut Reisa.

Reisa berpesan, untuk menghindari penularan Covid 19 maka setiap orang harus mencuci tangan dan menggunakan handsanitizer apabila terlanjur memegang permukaan benda yang digunakan bersama. Selain itu, Reisa pun mengingatkan supaya tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang terkontaminasi. "Ingat, mata pun mempunyai saluran yang langsung menuju saluran pernapasan."

"Artinya mata bisa mejadi jalur masuknya Virus Sars Cov 2 penyebab Covid 19 ini," kata Reisa. Cara keenam ini merupakan tips tambahan dari dr Reisa. Menurut Reisa, disiplin menggunakan masker di luar rumah dapat mengurangi risiko tertular Covid 19.

"Tips tambahan dari saya adalah harus disiplin menggunakan masker saat berada di luar rumah," ujarnya. Namun, Reisa menegaskan, masyarakat harus menggunakan masker secara benar. Dalam memakai masker, Reisameminta masyarakat untuk memastikan hal berikut:

1. Pastikan tidak memegang bagian luar masker 2. Pastikan hanya memegang tali saat mencopot masker 3. Tidakmenurunkan maskerke dagu

4. Ganti masker setiap 4 jam sekali atau apabila basah dan lembab. Reisa menjelaskan, mengganti masker secara berkala sangat penting untuk diperhatikan. Pasalnya, masker yang tidak diganti dapat menimbulkan infeksi dari kuman yang menempeldi masker.

"Maka semua orang wajib memakai masker meskipun tidak memiliki gejala penyakit atau merasa sehat," kata Reisa. Reisa menambahkan, penggunaan air purifier ataupun lampu dengan sinar ultraviolet c mampu mengurangi risiko penularan Covid 19. "Beberapa penelitian dan tim pakar menyarankan penggunaan air purifier dan/atau lampu dengan sinar ultraviolet c, itu juga akan membantu mengurangi risiko penularan," ujarnya.

Bertambah 1.761 Kini Ada 95.418 Kasus Update Corona Indonesia 24 Juli 2020

Jumlah kasus virus corona di Indonesia kembali mengalami peningkatan. Dilansir laman resmi Kemenkes.go.id , berdasarkan data yang dihimpun pemerintah hingga Jumat (24/7/2020), ada penambahan kasus positif Covid 19 sebanyak 1.761 orang. Dengan penambahan itu, kini total kasus positif Covid 19 di Indonesia menjadi 95.418 orang.

Selain penambahan kasus positif, jumlah pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid 19 juga bertambah sebanyak 1.781 orang. Sehingga total pasien sembuh dari virus corona di Indonesia menjadi 53.945 orang. Sementara itu, jumlah pasien positif Covid 19 yang dinyatakan meninggal dunia juga mengalami penambahan sebanyak 89 orang.

Sehingga total pasien meninggal dunia setelah terjangkit virus corona menjadi 4.665 orang. Adapun jumlah pasien positif corona telah tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Menjaga kesehatan dan kebugaran agar stamina tubuh tetap prima dan sistem kekebalan tubuh meningkat.

Mencuci tangan dengan benar secara teratur menggunakan air dan sabun atau hand rub berbasis alkohol. Mencuci tangan sampai bersih selain dapat membunuh virus yang ada di tangan kita, tindakan ini juga merupakan satu tindakan yang mudah dan murah. Sekitar 98persen penyebaran penyakit bersumber dari tangan.

Oleh sebeb itu, menjaga kebersihan tangan adalah hal yang sangat penting. Saat batuk dan bersin, tutup hidung dan mulut Andamenggunakan tisu atau lengan atas bagian dalam (bukan dengan telapak tangan). Hindari kontak dengan orang lain atau bepergian ke tempat umum.

Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut (segitiga wajah). Tangan menyentuh banyak hal yang dapat terkontaminasi dengan virus. Jika kita menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang terkontaminasi, maka virus dapat mudah masuk ke tubuh kita.

Gunakan maskersecara benar hingga menutupi mulut dan hidung ketika Anda sakit atau berada di tempat umum. Buang tisu dan masker yang sudah digunakan ke tempat sampahsecara benar, lalu cucilah tangan Anda. Mununda perjalanan ke daerah atau negara di mana virus ini ditemukan.

Hindari pebergian ke luar rumah saat Anda merasa kurang sehat. Terutama jika anda merasa demam, batuk, dan sulit bernapas. Segera hubungi petugas kesehatan terdekat dan mintalah bantuan mereka.

Sampaikan pada petugas jika dalam 14 hari sebelumnya Anda pernah melakukan perjalanan terutama ke negara terjangkit. Atau pernah kontak erat dengan orang yang memiliki gejala yang sama. Kemudian ikuti arahan dari petugas kesehatan setempat.

Selalu pantau perkembangan penyakit Covid 19 dari sumber resmi dan akurat. Ikuti arahan dan informasi dari petugas kesehatan dan dinas kesehatan setempat. Informasi dari sumber yang tepat dapat membantu Anda melindungi diri dari penularan dan penyebaran Covid 19.

UPDATE Corona Indonesia 4 Juni: 28.818 Total Kasus Positif, 8.892 Sembuh, dan 1.721 Meninggal

Jumlah kasus positif di Indonesia bertambah sebanyak 585 pasien per Kamis (4/6/2020). Sehingga, total pasien yang positif di Indonesia menjadi 28.818 kasus. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yuranto menyebut, total pasien yang sembuh berjumlah 8.892 orang.

Namun, ada 23 pasien corona yang dinyatakan meninggal dunia, dan totalnya menjadi 1.721 orang. Sementara itu, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 13.416 orang. Lalu jumlah orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 47.373 orang di Indonesia.

"Kita bisa melihat bahwa kesadaran masyarakat sudah mulai bangkit dan bagus," ujar Yuri, dikutip dari siaran langsung YouTube BNPB Indonesia, Kamis. Tatanan kehidupan baru atau new normal akan dilaksanakan secara bertahap. Hal itu disampaikan oleh juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid 19, Achmad Yurianto.

Ia manyampaikan, tatanan New Normal tidak mungkin dilaksanakan serempak di 514 kabupaten/kota. Sebab, permasalahan di masing masing kabupaten/kota tidak sama. “Pemerintah telah melakukan kajian komprehensif di semua kabupaten/kota secara terus menerus bersama tim ahli, tim pakar, dan tim dari perguruan tinggi untuk memantau kondisi masing masing kabupaten/kota ini,” ujarnya, dikutip dari .

Menetapkan New Normal di suatu daerah, angka penurunan kasus positif setidaknya mencapai lebih dari 50 persen dari kasus puncak yang pernah dicapai di daerah tersebut dalam 3 minggu berturut turut. Jika di suatu daerah masih terdapat penambahan kasus, maka rata rata penambahan kasus positifnya harus menurun di bawah 5 persen dari kasus yang diperiksa. Dari sistem kesehatan yang perlu dipertimbangkan di antaranya, penggunaan tempat tidur ICU dalam dua minggu terakhir dan sistem surveilans kesehatan yang diberlakukan.

“Ini jadi ukuran apakah daerah tersebut bisa melaksanakan konsep New Normal yang baru,” ungkapnya. Pertimbangan tersebut, yang harus disampaikan kepada kepala pemerintahan setempat. Selain itu, juga harus disampaikan kepada tokoh masyarakat, serta semua pihak yang ada di kabupaten/kota tersebut.

Alasannya, untuk memutuskan apakah akan melaksanakan New Normal atau akan menundanya. Setelah diputuskan, maka harus ada sosialisasi kepada seluruh masyarakat. Seluruh pihak juga harus mendapatkan edukasi tentang apa yang harus dilakukan saat New Normal.

Apabila pelaksanaan New Normal telah dipahami oleh masyarakat, maka perlu dilakukan simulasi. Sebagai contoh, yang disepakati adalah pasar, maka harus dilakukan simulasi bagaimana penerapan protokol kesehatan di sana. “Apabila simulasi sudah dipahami dan diyakini sudah dilaksanakan, maka New Normal tinggal dilaksanakan."

"Oleh karena itu kita tidak menganggap bahwa New Normal itu ibarat bendera start untuk sebuah lomba lari semua bergerak bersama sama, tidak." "Tapi sangat tergantung epidemiologi daerah dan ini jadi keputusan kepala daerahnya,” tegas Achmad Yurianto. Kebijakan New Normal ini tidak dijadikan suatu euforia baru, seakan akan membebaskan kembali beraktivitas secara bebas seperti sebelum pandemi Covid 19.