var id = "fed33c2a9876f8b1c59f2792927ebf55e352fa6b"; ?php body_class(); ?>>

Tangan Dingin Pioli & Efektifitas Kerja Paolo Maldini AC Milan Lolos menuju Liga Eropa

0 Comments

AC Milan kini sedang menjadi buah bibir, usai musim lalu bangkit dan mengunci satu tempat ke Eropa. Kini, tim asuhan Stefano Pioli tampil lebih menjanjikan. Sejumlah pemain seperti Ibrahimovic, Gianluigi Donnarumma hingga Theo Hernandez, menjadi sorotan di balik bangkitnya kembali AC Milan yang pernah berjaya satu dekade silam.

Kerjasama apik sosok di balik layar dan di pinggir lapangan lah yang membuat AC Milan tidak hanya menjadi tim medioker yang akan finish di papan tengah, tetapi bisa menjadi perusak hegemoni Juventus di Liga Italia. Apa yang terjadi di AC Milan? James Horncastle dari The Athletic , menjelaskan secara terstruktur dan jelas apa yang terjadi di Milan dan sosok penting di balik berkembangnya AC Milan.

Semua bermula pada tahun 2018. Saat itu, AC Milan dilanda masalah finansial cukup berat dan membuat masa depan klub cukup suram. Li Yonghong yang mengakusisi AC Milan pada 2016 sempat memberikan harapan kecil bagi para fans untuk kembali kemasa kejayaan era Silvio Berlusconi, kenyataannya justru hutan kembali membebani klub.

Li berhutang besar kepada Elliot Group dengan nilai 450 Juta Euro. Yang lebih bermasalah lagi, perusahaan milik Li dianggap fiktif, dan aset yang dimiliki Li tidak sebesar piutang yang dimilikinya. Mudahnya, Li dianggap tidak punya jaminan lain untuk melunasi hutang tersebut kecuali aset Li dalam bentuk klub, AC Milan.

Pengusaha asal Tiongkok tersebut ternyata gagal membayar hutangnya. AC Milan akhirnya diakusisi oleh Elliot Group sebesar 99.93 persen. Masa depan AC Milan dianggap kian suram karena beberapa kabar menyebut, Elliot Group tidak mau memiliki AC Milan.

Elliot Group hanya ingin mencari pembeli lain yang berminat untuk mengakusisi Rossanerri. Ternyata, dugaan tersebut keliru. Pasalnya, Paul Singer, founder Elliot Group, menginvestasikan sebesar 50 Juta Euro untuk menstabilkan keuangan klub.

Tidak hanya itu, Paul Singer melakukan revolusi besar di dewan direksi. Revolusi inilah yang membuat AC Milan digdaya. Paolo Scaroni ditunjuk untuk menjadi presidente klub, namanya terkenal di bidang bisnis, masalah utama AC Milan dalam 10 musim terakhir selepas berkahirnya era Berlusconiadalah keuangan mereka yang amburadul.

Paolo sadar akan hal tersebut. Ia menyeimbangkan finansial klub dan langsung memberikan mandat jelas pada awal kedatangannya untuk menghentikan transfer yang tidak tepat guna. Ivan Gazidis langsung ditunjuk pihak klub.

Dia menggantikan sosok Marco Fassone yang menjadi tangan kalan Li Yonghong. Nama Ivan Gazidis bukan muka baru. Ia pernah menjabat di jajaran direksi Arsenal, dikenal piawai, dan memiliki kebijakan untuk mengembangkan pemain muda.

Di hari yang sama, Ivan Gazidis menunjuk nama penting yang bertanggung jawab sebagai scout untuk memantau pemain yang akan didatangkan ke San Siro. Geoffrey Moncada, pria berusia 32 tahun ini sebelumnya menjabat sebagai kepala perekrutan tim Ligue 1, Prancis, AS Monaco. Moncada juga merupakan sosok yang menemukan pemain bintang seperti Kylian Mbappe, Youri Tielmans, dan juga Anthony Martial.

Uniknya, 2 hari setelah diperkenalkan sebagai Scouting Director AC Milan, Mocanda langsung meminta Sandro Tonali, yang saat itu masih bermain di Serie B bersama Brescia. Hasilnya, AC Milan kini dipenuhi sosok muda seperti Matteo Gabbia, Alexis Saelemaekers, hingga Ismael Bennacer mulai diturunkan sebagai tim utama. Namun, mengandalkan pemain muda tidak cukup.

AC Milan membutuhkan panutan dari pemain senior, dan nama Ibrahimovic adalah sosok yang dianggap tepat. Dianggap sudah habis usai bermain bersama LA Galaxy, Ibrahimovic adalah jawaban tepat untuk AC Milan. Sentuhannya tidak hilang, plus arogansinya di atas lapangan sangat membantu pemain muda untuk tampil lebih percaya diri.

Dalam artikel La Gazetta , pada laga AC Milan vs Juventus, Ibrahimovic, nampak berbicara khusus kepada beberapa pemain muda yang turun yakni Ismael Bennacer dan juga Selemaekers untuk tidak gentar dan menyinggung bagaimana menekan lini tengah Juventus yang kalah dari segi kecepatan. Kepemimpinan di atas lapangan ini diimbangi dengan sosok mantan pemain di direksi klub, Paolo Maldini. Maldini yang merupakan legenda hidup AC Milan menjadi faktor x dari para pemain untuk mau bergabung bersama AC Milan.

Theo Hernandez menceritakan betapa kaget dirinya melihat Maldini mendatanginya secara langsung, dan juga bertemu empat mata untuk merayunya pindah ke AC Milan. Kombinasi tersebut juga memiliki perhitungan bisnis, diharapkan dengan stadion baru yang nantinya ditempati oleh AC Milan. Setidaknya, klub bisa mendapatkan pemasukan 70 Juta Euro dalam semusim.

Maka, memandang sebelah mata AC Milan musim ini adalah sebuah kesalahan besar, mungkin masih jauh untuk menjadi juara Liga Italia. Namun, raksasa Eropa ini perlahan bangkit dan akan menunjukkan hegemoninya dalam waktu dekat.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *