var id = "fed33c2a9876f8b1c59f2792927ebf55e352fa6b"; ?php body_class(); ?>>

Tapi Hasil Pilpres Bergantung pada 5 Negara Bagian Ini Joe Biden Mungkin Unggul di Pilpres AS

0 Comments

Saat ini nasib presiden petahana Donald Trump dan penantangnya Joe Biden ditentukan oleh 5 negara bagian. Diantaranya Georgia, Michigan, Carolina Utara, Pennsylvania, dan Wisconsin. Kelimanya merupakan negara bagian utama yang belum nampak suara elektoralnya pada Rabu (4/11/2020) pagi waktu AS.

Sejauh ini, Joe Biden unggul dengan perolehan 238 suara elektoral, memimpin Donald Trump yang memiliki 213 suara. Perlu diingat, pemenang pemilu harus mengantongi setidaknya 270 suara elektoral. Hasilnya akan bergantung dengan negara bagian.

Meskipun hasil akhir ini mungkin membutuhkan waktu lebih karena surat suara yang masuk sangat banyak. Perhitungan dari Alaskan dan Nevada juga masih dinanti nanti. Berikut perkembangan perhitungan suara dari 5 negara bagian utama, dilansir :

Suara elektoral yang dipertaruhkan: 16 Perkiraan persentase suara yang dihitung: 94% Trump: 2.380.946 (50,5%)

Biden: 2.278.123 (48,3%) Suara elektoral yang dipertaruhkan: 16 Perkiraan persentase suara yang dihitung:

Biden: 2.071.485 (46,9%) Suara elektoral yang dipertaruhkan: 15 Perkiraan persentase suara yang dihitung: 94%

Trump: 2.732.104 (50,1%) Biden: 2.655.392 (48,7%) Suara elektoral yang dipertaruhkan: 20

Perkiraan persentase suara yang dihitung: 64% Trump: 2.965.636 (55,7%) Biden: 2.290.624 (43,1%)

Suara elektoral yang dipertaruhkan: 10 Perkiraan persentase suara yang dihitung: 95% Biden: 1.583.112 (49,4%)

Trump: 1.575.326 (49,1%) Dilansir MSN.com , saat ini Donald Trump unggul di 4 negara bagian utama, yakni Georgia, North Carolina, Pennsylvania, dan Michigan. Sedangkan Joe Biden unggul di Wisconsin.

Trump tidak memiliki kekuatan untuk mempertahankan jabatan atau membatalkan pemilihan. Bahkan jika ia tetap berada di Gedung Putih, masa jabatannya akan berakhir pada 20 Januari. Amandemen ke 20 Konstitusi AS menyatakan masa jabatan presiden dan wakil presiden "akan berakhir pada siang hari tanggal 20 Januari dan ketentuan penggantinya akan dimulai".

Seorang presiden segera dan secara otomatis kehilangan otoritas konstitusionalnya setelah masa jabatannya berakhir atau setelah dicopot melalui pemakzulan. Trump tidak memiliki kekuatan untuk mengarahkan Dinas Rahasia AS atau agen federal lainnya untuk melindunginya. Meskipun mantan presiden sekalipun menikmati perlindungan Dinas Rahasia, agen tidak mungkin mengikuti perintah ilegal untuk melindungi seseorang dari pemecatan.

Di sisi lain, Joe Biden dapat mengarahkan agen federal untuk mengeluarkan Trump dari Gedung Putih secara paksa. Trump juga akan kehilangan kekuasaannya sebagai panglima tertinggi angkatan bersenjata. Bisakah dia didakwa jika dia menolak untuk pergi?

Bila Trump menjadi warga negara biasa dan tidak kebal terhadap tuntutan, dia bisa ditangkap dan didakwa atas pelanggaran di Gedung Putih. Sebagian besar percaya dia pada akhirnya akan mengosongkan Gedung Putih atas kemauannya sendiri meskipun dengan setengah hati.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *