var id = "fed33c2a9876f8b1c59f2792927ebf55e352fa6b"; ?php body_class(); ?>>

Tempat Ini Berubah Menjadi Gurun Pasir & Dijuluki Kuburan Kapal Dulunya Lautan

0 Comments

Kota Moynaq,Uzbekistan, dulunya adalah kota nelayan yang berkembang pesat di tepi Laut Aral. Namun, kondisi tersebut berubah ketika air di Laut Aral mulai surut dan Moynaq menajdi kota hantu yang sunyi dan ditinggalkan. Melansir dari laman Pulse.ng , Senin (14/9/2020), Laut Aral dulunya adalah danau garam terbesar keempat di dunia.

Memiliki luas sekira 68.000 km persegi dan membentang dari Kazakhstan bagian utara hingga selatan. Namun pada 1960 an, penguasa Soviet mengalihkan jalur dua sungai yang mengalir ke Laut Aral. Jalur dua sungai dialihkan dengan tujuan mengembangkan produksi kapas di daerah tersebut.

Sejak saat itu, air yang ada di Laut Aral mulai surut dan kering, lantas tempat tersebut dijuluki sebagai Gurun Pasir Moynaq. Alhasil, sebagian ikan mati karena tingkat salinitas (keasinan) yang meningkat drastis. Dalam 50 tahun berikutnya hal ini terus berlanjut dan Laut Aral telah menyusut hingga hanya 10 persen dari ukuran aslinya.

Awalnya, para nelayan Moynaq berharap situasinya akan kembali normal, tetapi ketika sudah jelas bahwa tidak akan terjadi, kebanyakan dari mereka berangkat ke Rusia dan Kazakhstan untuk mencari pekerjaan. Lebih dari 100.000 orang telah meninggalkan kota sejak itu, hanya menyisakan 18.000 penduduk di gurun. Sebagian besar orang yang tersisa di kota bekerja di industri kapas dengan bayaran yang rendah.

Hal ini tentu sungguh ironis, mengingat industri kapas adalah penyebab kesengsaraan mereka. Selain pekerja kapas, sebagian besar orang yang tersisa di Moynaq adalah peternak dan kakek nenek yang merawat cucu mereka karena orang tuanya mencari pekerjaan di perkotaan. Mereka yang tetap tinggal di Moynaq berisiko mengalami banyak masalah kesehatan.

Hal itu diakibatkan oleh pupuk dan pestisida beracun yang digunakan dalam produksi kapas. Dasar laut yang kering sangat tercemar oleh bahan kimia tersebut. Penduduk berisiko terkena kanker, gangguan pernapasan, dan sistem kekebalan tubuh.

Di Moynaq, angka penderita kanker esofagus 25 kali lebih tinggi dari rata rata dunia. Mungkin masih ada harapan untuk penduduk yang tetap tinggal di Moynaq karena Kazakhstan, dengan bantuan dari Bank Dunia, memulai proyek restorasi Laut Aral Utara pada tahun 2003. Proyek tersebut bekerja untuk memulihkan air ke bagian utara danau, sehingga memungkinkan untuk menangkap ikan di sana, meskipun dalam skala kecil.

Selain itu, Kazakhstan dan Dinas Kehutanan Korea memulai pekerjaan mereka menanam pohon di dasar Laut Aral yang kering. Dilansir dari laman Kazakh TV, penanaman pohon di dasar laut Aral tersebut sudah berjalan selama 2 tahun. Ini bukanlah prosedur yang mudah dan tidak murah.

Penyelenggara proyek menelan biaya 1,7 juta dolar atau sekira Rp 25 miliar untuk menanam pohon saxaul di Laut Aral. Pohon saxaul merupakan pohon yang mirip semak asli gurun Asia tengah. Penanaman pohon saxaul di sana akan menyelamatkan penduduk lokal dari badai pasir dan garam.

Hal itu karena akar semak tunggal di pohon saxaul dapat menampung hampir empat ton pasir. Tahun ini, pohon saxaul ditanam pada lahan sebesar 2.500 hektare. “Sesuai proyek, pada November 2018, bibit saxaul ditanam di areal 5.000 hektare, Maret 2019di 5.800 hektare dan musim semi tahun ini di 2.500 hektare. Sebanyak lima juta bibit saxaul ditanam di dasar drainase. 1,7 juta dolar diinvestasikan dalam proyek tersebut,” kata Kepala Inspeksi Wilayah Departemen Kehutanan dan Margasatwa Rakhymzhan Burabayev.

Bibit saxaul ditanam dan disiapkan di pembibitan hutan Kazaly yang memiliki luas 32 hektare. Hal ini memungkinkan untuk menumbuhkan lebih dari empat juta bibit saxaul per tahun. Setiap tahun, dinas menabur 5.000 hingga 7.000 hektar pohon saxaul dan sarsaparilla di dasar Laut Aral.

Penanaman dimulai 40 tahun lalu, para ahli mengatakan bahwa sejak itu, pohon telah menggantikan pasir di lahan seluas 190.000 hektare tersebut.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *