var id = "fed33c2a9876f8b1c59f2792927ebf55e352fa6b"; ?php body_class(); ?>>

Warga di Banjarmasin Gugat PDAM Rp 1 Miliar Rumah Kosong tapi Tagihannya Naik hingga 400 Persen

0 Comments

Seorang warga di Banjarmasin, Anwar Sanusi melayangkan gugatan pada Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM). Tak tanggung tanggung gugatannya mencapai Rp 1 miliar. Ia merasa dirugikan oleh PDAM.

Jumlah tagihan di salah satu rumahnya melonjak drastis. Bahkan sampai 400 persen. Parahnya lagi, Anwar Sanusi mengatakan rumahnya itu sudah lama kosong dan tidak lagi ditinggali.

Namun betapa terkejutnya dia saat mengetahui jumlah tagihan PDAM yang ia rasa tidak wajar. Padahal tidak pernah dipakai untuk beraktivitas di rumah tersebut. Dikatakan Anwar Sanusi, tagihan di rumahnya biasanya hanya Rp 70.000 per bulan.

Namun tiba tiba saja melonjak berkali kali lipat. Tagihannya mencapai Rp 470.000. "Rumah itu sudah 4 tahun kosong, biasanya kami bayar Rp 70.000 tapi tagihannya tiba tiba Rp 470.000 atau naik 400 persen," ujar Anwar saat dikonfirmasi, Senin (12/10/2020), dikutip dari Kompas.com.

Karena ada yang tidak beres, Anwar kemudian mengecek saluran air di rumahnya. Ia memastikan tidak ada kebocoran. Tidak ada yang salah dengan saluran air di rumahnya, Anwar lantas melayangkan protes.

Ia meminta PDAM memberi penjelasan terkait kelonjakan harga tagihan. Namun menurut Anwar, pelayanan PDAM tidak profesional. Beberapa kali keluhannya tidak digubris.

Ia pun memutuskan untuk membuat laporan terkait kasus ini. Anwar melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Kota Banjarmasin. Dirinya berharap langkah yang diambilnya bisa menjadi pelajaran untuk PDAM Banjarmasin agar tidak semena mena terhadap pelanggan.

"Ini sebagai pelajaran kepada PDAM Bandarmasih agar tidak semena mena terhadap pelanggan serta bekerja secara profesional memberikan pelayanan," ujarnya. Sementara itu, pihak PDAM juga telah angkat bicara mengenai kasus ini. Dikatakan Humas PDAM Banjarmasin Nur Wahid, pihaknya saat ini tengah melakukan mediasi dengan pelanggan yang bersangkutan.

Ia juga siap menjalani proses pengadilan. "Kami masih mediasi, tapi karena sudah masuk ranah pengadilan, ya kami tunggu saja bagaimana proses di pengadilan," kata Wahid. Tagihan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta MusiPalembang, Sumatera Selatan, mengalami kenaikan hingga tiga kali lipat semenjak dua bulan terakhir.

Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda mengatakan, lonjakan tagihan tersebut bukan karena disebabkan adanya kenaikan tarif yang dilakukan PDAM Tirta Musi. Kenaikan itu disebut akibat adanya lonjakan pemakaian normal yang terakumulasi pada April hingga Juli 2020. "Melonjak karena penggunaan air berlebihan akibat di rumah saja.

Mungkin jadi lebih sering cuci tangan dan mandi," kata Fitri usai melakukan rapat bersama manajemen PDAM Tirta Musi di Kantor Bappeda Palembang, Senin (6/7/2020). Fitri menyebutkan, lonjakan tagihan juga terjadi karena pengecekan meteran secara langsung dari rumah ke rumah ditiadakan semenjak Covid 19. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.

"Selama Covid 19 kemarin, PDAM lebih mementingkan keamanan petugas yang bekerja di lapangan. Jadi tidak ada penghitungan meteran," ujar Fitri. Direktur UtamaPDAM Tirta Musi PalembangAndi Wijaya menjelaskan, lonjakan tagihan air bersih tersbeut karena adanya penumpukan rekening selisih pembayaran.

"Karena rekening Mei, Juni ada selisih bulan April. Sedangkan April jadi standar pmbayaran pada Mei dan Juni. Selisih ini terakumulasi pada Juli, sehingga naik," kata Andi. Andi pun memberikan soluasi kepada para pelanggan terkait adanya lonjakan pembayaran air bersih tersebut dengan cara dicicil. "PDAM juga membuka ruang konsultasi bagi pelanggan yang mengeluhkan lonjakan tagihan air bersih ini, sehingga pelanggan mendapatkan informasi yang jelas dan solusi pembayaran dengan cara dicicil," kata Andi.

Resi (60) salah satu warga Kecamatan Kemuning Palembang mengeluhkan lonjakan kenaikan tersebut yang telah berlangusng sejak tiga bulan. Ia menjelaskan, tagihan air bersih dari PDAM mulanya hanya Rp 70.000 per bulan. Namun, pada Juli melonjak menjadi Rp 160.000.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *